Surabaya, pens.ac.id – Sejak tahun 2016, 1 Juni diperingati sebagai hari lahir dari dasar negara Republik Indonesia, yakni Pancasila. Sabtu (1/6), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) telah usai menyelenggarakan Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila 2019. Bertempat di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana, kegiatan diikuti oleh civitas akademika PENS.

Berbeda dengan penyelenggaraan apel ataupun upacara biasanya, kali ini, Dosen dan Karyawan PENS terlihat menjadi petugas apel. Dimulai pada pukul 07.00 WIB, apel diawali dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih yang dipimpin oleh Pemimpin Upacara. Selanjutnya, para peserta upacara Bersama-sama menyanyikan Lagu Mengheningkan Cipta.

Pembina Upacara yakni Dr. Zainal Arief, S.T., M.T. selaku Direktur PENS turut memimpin Pembacaan Teks Pancasila. Kegiatan dilanjutkan dengan dikumandangkannya Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan pelantunan Lagu Garuda Pancasila. Kemudian, Direktur PENS membacakan sambutan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono.

Berdasarkan sambutan tersebut, adanya Peringatan Hari Lahir Pancasila ini bertujuan untuk mengenang dan merefleksikan momentum sejarah Dasar Negara Indonesia. Selain itu, peringatan ini juga bertujuan untuk membangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. “Bersama-sama kita harus membangun hubungan yang saling menghargai dan saling menghormati keberagaman Bangsa Indonesia,”ujar Dr. Zainal.

Beliau juga menambahkan bahwa kebersamaan, kedewasaan, dan semangat untuk terus maju merupakan tiga poin penting dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Diharapkan, seluruh civitas akademika PENS dapat memaknai Peringatan Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum untuk memupuk kebersamaan dan semangat guna mewujudkan PENS yang lebih maju. “Apel kali ini yang mana petugas upacaranya dari dosen, menunjukkan bahwa semua elemen di PENS bisa bergerak bersama-sama. Semoga kedepannya kita semua bisa lebih menanamkan nilai-nilai Pancasila dan bisa lebih kolaboratif lagi,” ungkap salah satu mahasiswa, M. Dyanis Fajrinada. (res)