Surabaya, pens.ac.id – Sebagai politeknik terbaik di Indonesia, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) terus berupaya untuk mengembangkan institusi dalam segala bidang. Salah satunya yakni dengan memanfaatkan sarana prasarana yang memadahi untuk membuat program studi baru. Jumat (1/2), usai terselenggara Workshop Pembukaan Program Studi S3 Cyber Physical System, Program Studi S2 Mekanika Energi dan D4 Multimedia Kreatif. Dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA yang merupakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kegiatan ini bertempat di Ruang Mini Teater Gedung Pascasarjana PENS.

Dimulai sejak pukul 14.00 WIB, kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala Departemen, Kepala Program Studi dan beberapa dosen di PENS ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada civitas akademika PENS sebelum resmi didirikannya program studi baru. Diperlukan banyak persiapan yang harus dilakukan, mulai dari proposal hingga aturan undang-undang yang mengatur mengenai program pendidikan. Adapun upaya didirikannya program studi baru tersebut juga bertujuan untuk memberikan wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan teknologi dalam menghadapi di era revolusi industri 4.0.

Dengan berbagai prestasi yang telah ditorehkan, PENS dianggap telah mampu kembali menjadi pelopor politeknik pertama di Indonesia yang memiliki program studi S3 terapan setelah 2012 lalu berhasil mendirikan program S2 terapan. “Menurut saya, program ini sudah seharusnya ada. Karena PENS mempunyai potensi untuk membuka program doktoral dibuktikan dari beberapa research yang telah dilakukan,” ungkap Iwan Syarif, S.Kom., M.Kom., MSc., Ph.D. selaku Ketua Program Pascasarjana PENS.

Diharapkan dengan adanya workshop ini, dapat menambah wawasan civitas akademika PENS dalam mengembangkan potensi akademik maupun non akademik agar lebih baik kedepannya. “Semoga institusi kami semakin berkembang, dan  akan kami upayakan juga supaya PENS menjadi Badan Layanan Umum (BLU) untuk masyarakat,” ujar Dr. Zainal Arief, S.T M.T., Direktur PENS. (dya)