Surabaya, pens.ac.id – Menjadi perguruan tinggi yang unggul di bidang software development, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kerap menyediakan wadah bagi mahasiswanya yang memiliki potensi di bidang tersebut. Menjadi agenda yang rutin digelar, Departemen Teknik Informatika dan Komputer (TIK) kembali menghelat Software Expo 2019 pada Selasa (8/1). Bertempat di Hall D4, pada kegiatan ini mahasiswa menunjukkan kebolehan mereka dalam menyediakan suatu aplikasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Merupakan tahun kesembilan penyelenggaraannya, senantiasa dilakukan berbagai peningkatan dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2018, pihak panitia telah menggandeng sejumlah industri dalam proses penjurian produk-produk mahasiswa. Tidak hanya itu, tahun ini Departemen TIK melibatkan beberapa mentor dari pihak industri sebagai pendamping mahasiswa sejak awal semester. Selain mendapat masukan dari dosen, mahasiswa bisa secara langsung mendapat tambahan mengenai produk mereka melalui kacamata industri.

Selain melaksanakan pameran, setiap tim juga mempresentasikan produk mereka dihadapan dewan juri. Tidak hanya dosen, terdapat juri eksternal yang berasal dari industri diantaranya Arie Affianto dari Profilku Mobile, Viqi Firdaus Sahara dari LocalifyID dan Bambang Wahyuni dari FB Dev Circle Surabaya. “Tahun ini pihak industri tidak hanya di proses penjurian, tapi dari awal pembuatan produk, pihak industri sudah terlibat langsung dengan mahasiswa. Jadi produk mereka diharap sudah siap menjawab kebutuhan pasar,” ungkap Penanggung Jawab Software Expo 2019, Umi Sa’adah, S.Kom., M.Kom.

Ditutup dengan sesi awarding, pada kesempatan kali ini dibagikan enam kategori penghargaan mulai dari Best Framework and Technology, Best UI/UX, Best Market Packaging, Best Teamwork and Documentation, Aplikasi Terfavorit serta Aplikasi Terbaik. “Dari kegiatan ini kami mendapat banyak kesempatan, mulai dari kerjasama dengan industri dan investor, menjalin relasi sesama mahasiswa, dan masih banyak lagi,” ungkap Ketua Pelaksana Software Expo 2019 Muhammad Alan Nur. Usai kegiatan ini, diharapkan mahasiswa terus mengembangkan produk dan aplikasi mereka agar siap dipasarkan di masyarakat. (tts)