Abu Dhabi, pens.ac.id – Tidak lelah mengukir prestasi, kali ini mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sukses membawa pulang gelar juara kedua dalam ajang World Skills Asia (WSA) Abu Dhabi 2018. Bertempat di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC), Muhammad Khoirul Abdullah, Mahasiswa Teknik Mekatronika berhasil meraih medali perak dalam kategori Electronics Competition. Berlangsung selama lima hari (25-30/11), perlombaan diikuti oleh 19 negara dari berbagai benua dengan 12 cabang kategori yang diperlombakan.

Khoirul yang merupakan pemenang dari Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional ini, menjadi perwakilan Indonesia dalam perhelatan WSA yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Pada bidang Electronics, terdapat tiga task project yang harus diselesaikan, diantaranya hardware design, fault finding repair and measurement, serta embedded system programming.

Setiap task project memiliki beberapa fase dengan waktu pengerjaan dua hingga tiga jam yang mana memiliki standar penilaian di masing-masing fasenya. “Di awal task saya diperintahkan untuk mendesain sistem kontrol dengan komponen dan deskripsi yang sudah ditentukan hingga proses assembly. Task selanjutnya, saya mendapat tantangan untuk menemukan kesalahan dan memperbaiki alat yang diberikan. Pada task terakhir, ditugaskan untuk memprogram  suatu software design,” tutur Khoirul.

Dalam bidang Electronics diikuti oleh 10 peserta dari 5 negara yakni, 4 peserta dari Korea, 2 dari India, 2 dari UEA, 1 dari Belarus, dan 1 peserta dari indonesia. Pengiriman kontingen Indonesia ke ajang WSA 2018 ini dilakukan oleh Kemendikbud dan Kemnaker dengan dukungan tenaga ahli dari dunia industri. Seluruh peserta world skills adalah peserta ASEAN Skill Competition (ASC) 2018 di Bangkok. Artinya para peserta telah dipersiapkan oleh Kemnaker sejak pelaksanaan ASC.

Dengan perolehan nilai tertinggi kedua dibawah Korea, membuktikan bahwa sumber daya manusia di Indonesia mampu untuk bersaing dengan negara maju lainnya. “Awalnya pasti nervous, tetapi setelah di training rasa percaya diri itu muncul sehingga meningkatkan semangat kita agar bisa maksimal di setiap projeknya,” ungkap mahasiswa yang mengaku bangga dapat mengharumkan nama Indonesia ini. “Selain untuk mendapatkan gelar juara, disini saya juga ingin melatih seberapa jauh kemampuan saya untuk World Skill Competition di tahun depan,” imbuhnya. (biy/res/hum)