Surabaya, pens.ac.id – Kementerian Sosial Kebangsaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) usai menggelar kegiatan bertajuk Pendidikan Politeknokrat. Berlangsung selama dua hari (1-2/12), kegiatan bertempat di Ruang B202 Gedung D4. Kegiatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif PENS ini mengusung tema “Peran Mahasiswa Politeknik dalam Menyongsong Revolusi Industri 4.0”.

Dimulai pada pukul 09.00 WIB, Pendidikan Politeknokrat menghadirkan empat pemateri yang bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai peran fungsi mahasiswa. Pada hari pertama, Sosbang BEM PENS turut menghadirkan sosok Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D yang merupakan Chairman and Founder Rosyid College of Arts and Maritime Study. Di hari kedua, dihadirkan pula Haekal Akbar yang merupakan Presiden BEM Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ahmad Faiq Naufal selaku Presiden BEM PENS, dan Menteri Sosial Kebangsaan BEM PENS, Rizky Pratama.

Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya digelar. Adapun topik yang dibawakan yakni Kemerdekaan Berpikir oleh Prof. Daniel, Peran Pemuda dan Organisasi dalam Revolusi Industri 4.0 oleh Haekal, Eksistensi Mahasiswa Politeknik dalam Pergerakan Mahasiswa Indonesia oleh Ahmad Faiq, serta Konseptual Ideologi Politeknokrat yang disampaikan oleh Rizky Pratama. “Politeknokrat sendiri adalah suatu konsep pemikiran dari kami dimana mahasiswa politeknik itu diharapkan bisa menghasilkan banyak karya yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Fahmi Naufala Mumtaz selaku Ketua Pelaksana.

Usai pemaparan materi, terdapat juga sesi Focus Group Discussion (FGD) guna memperdalam materi yang telah disampaikan. Pada sesi ini, peserta dibagi menjadi dua kelompok diskusi. Prof. Daniel menekankan bahwa mahasiswa harus mau menjadi dirinya sendiri, mengembangkan dirinya sendiri sesuai dengan bidang minatnya, sehingga tidak terdapat keterpakasaan dalam melakukan sesuatu serta dapat mengeluarkan potensi mereka semaksimal mungkin. (res/dya)