Surabaya, pens.ac.id – Acara seleksi wawancara Program Industry-Academia Collaboration Indonesia-Taiwan 2018, yang diselenggarakan di Auditorium Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (Kamis, 8/11/2018), diminati oleh peserta dari berbagai daerah.  Diikuti sekitar 143 peserta dari 10 Politeknik negeri, Seperti Politeknik Negeri Madiun, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Tanah Laut, Politeknik Negeri Kupang, dll.

Ahda Abdianor, salah satu peserta dari Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) mengatakan, dalam proses seleksi mendaftar program Mechanical Engineering. “Kesempatan ini sangat berharga untuk saya, karena dari banyak mahasiswa dari Politala yang mendaftar, hanya 3 yang terpilih untuk mengikuti seleksi.”, ujar Ahda.

Demikian juga kata Dion Kristiani, salah satu peserta dari Politeknik Negeri Kupang (PNK). Dion mengatakan jika lolos mengikuti studi di Taiwan, setelah lulus akan mengabdi dan mengajar di almamater. “Meski dalam proses interview saya sedikit grogi karena interviewernya langsung dari Pihak Taiwan, saya tetap optimis bisa lolos dalam seleksi ini.”, ujar Dion. 

Dalam proses seleksi, menghadirkan 13 interviewers dari Taiwan, yaitu Hsing Wu University, Lunghwa University of Science and Technology, Cheng Shiu University, Ming Hsin University of Science and Technology, dan Chien Hsin University of Science and Technology. Untuk bisa lolos, salah satu aspek penilaiannya adalah bahasa asing dan etika.

Program ini merupakan program kerjasama antara Kemenristekdikti dengan Taiwan, yang diikuti mahasiswa lulusan D3 yang ingin melanjutkan studinya ke Taiwan. Mereka yang lolos akan melanjutkan studi selama 2 tahun, untuk mendapatkan gelar sarjana. (Hum/pp)