Surabaya, pens.ac.id – Usai sukses digelar tahun lalu, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), tepatnya PENS Language and Culture Center (PLCC) kembali menggelar Guest Lecture and Coaching Clinic pada hari Sabtu (14/9). Merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan, kegiatan kali ini mengusung tema “Empowering Speech Competition Skill”. Bertempat di Ruang Minitheatre Gedung Pascasarjana PENS, kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa PENS.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09:00 WIB ini diawali dengan sambutan oleh Dr. Eny Kusumawati, S.Pd., M.Pd. selaku ketua pelaksana kegiatan. Dipandu oleh Aliv Faizal Muhammad sebagai moderator, antusiasme mahasiswa terlihat sangat baik untuk mengikuti kegiatan ini. “Saya harap kegiatan ini bisa mendapat antusiasme dari mahasiswa kita, karena ini juga merupakan kreativitas mahasiswa,” tukas Dr. Eny Kusumawati, S.Pd.,M.Pd. selaku ketua pelaksana.

Setelah mengangkat tema debate pada kegiatan serupa tahun lalu, kali ini kegiatan difokuskan untuk mengasah kemampuan speech atau pidato dalam bahasa Inggris. Sesi penyampaian materi oleh Ari Jogaiswara Adipurwawidjana, M.A. pun berlangsung santai serta interaktif. Para peserta pun tampak antusias karena mereka bisa secara langsung menyampaikan pertanyaan mereka kepada guest speaker.

Berbagai materi yang bermanfaat disampaikan oleh Ari, tentunya juga tips dan trik untuk melakukan pidato yang baik. Ia berkata, bahwa untuk menjadi penyampai pidato yang baik, seseorang harus peka terhadap lingkungan sekitar sehingga dapat memunculkan ide dan gagasan yang kritis. “Gagasan tersebut lalu juga harus disusun supaya tersampaikan dengan baik. Yang juga sangat penting yaitu skill dasarnya sepeti pengucapan, ritme, dan lainnya,” imbuhnya.

Pada sesi kedua, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti Coaching Clinic yang juga dipimpin oleh Ari Jogaiswara Adipurwawidjana, M.A. Dengan adanya Coaching Clinic, kemampuan para peserta semakin diasah secara intensif. Kedepannya, diharapkan Mahasiswa PENS dapat terus mengasah kemampuannya dalam Bahasa Inggris. “Ini bukan hanya sebagai pendukung persiapan NPEO dan NUDC, tapi juga untuk mendorong dan menunjukkan pada mahasiswa bahwa mereka dapat mengembangkan skill Bahasa Inggris mereka di kampus ini,” ucap Eny. (res/tts)