Yogyakarta, pens.ac.id –  Serangkaian pertandingan Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional 2018 tengah memasuki babak akhir (13/7). Usai dengan semi final Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) pertandingan dilanjutkan dengan babak final Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Dalam kesempatan ini, ERISA robot asal Politeknik Elektronika Negeri Surabaya berhadapan dengan robot asal tetangga yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Pertandingan sesi pertama dimulai dengan ERISA berada di arena biru. Berada di urutan kedua, ERISA mengawali tariannya dengan apik dan kompak. Robot ERISA dengan pasti melangkah dan menggelengkan kepala sesuai irama musik. Memasuki area putih, saat musik dihentikan ERISA nampak lambat dalam merespon. ERISA tetap melakukan beberapa gerakan tarian sebelum berhenti dengan tepat. Meskipun demikian, ERISA melanjutkan tariannya dengan sigap saat musik dibunyikan kembali. Pada sesi pertama ini ERISA berhasil mengakhiri tariannya dengan manis.

Memasuki sesi kedua, ERISA berada di arena biru. Tarian kompak diberikan oleh ERISA pada awal pertandingan sesi kedua ini. Tak lama kemudian robot ERISA terjatuh sehingga harus dilakukan retry. Hal ini menyebabkan hiasan kepala dari ERISA lepas. ERISA terus melanjutkan tariannya. Setelah sebelumnya robot sebelah kanan yang mengalami masalah, kini robot kiri nampaknya juga sedikit mengalami error, sehingga harus dilakukan retry untuk kedua kalinya. Pada sesi 2 ini, ERISA lebih peka dari sebelumnya, hal ini dibuktikan dengan saat musik dihentikan ERISA menghentikan tariannya dengan cepat.

Sesi 2 berakhir dengan kurang baik untuk ERISA. Dalam sesi ini 1 robot ERISA berakhir di zona akhir dan 1 lagi di zona hijau. Pertandingan ini pun menutup serangkaian pertandingan dari divisi KRSTI. Diharapkan kedepannya ERISA dapat terus berkembang dan memperbaiki performanya. (ENTCrews)