EEPIS Online – Menjadi mahasiswa Politeknik, tidak menghalangi mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) untuk berprestasi di bidang keagamaan. Sabtu, (24/3) tiga mahasiswa PENS yang terdiri dari Mohammad Nashrullah dari Program Studi (Prodi) D4 Sistem Pembangkit Energi (SPE), Alif Suprianto prodi D3 Multimedia Broadcasting (MMB), dan Asril Rahmat Prakoso prodi D3 Telekomunikasi (Telkom), berhasil meraih juara satu dalam kompetisi cerdas cermat islam yang diadakan oleh Forum Studi Islam Fisika (FOSIF) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang kelima. Kompetisi ini, bertempat di Ruang U104-U105 Departemen Fisika ITS.

Lomba ini merupakan kompetisi pemahaman ilmu agama islam dengan konsep cerdas cermat yang ditujukan untuk mahasiswa se-Surabaya. Dengan mengusung tema dengan ilmu dan Al-Qur’an yang mumpuni menjadi generasi muslim cerdas dan madani. Ketiga mahasiswa tersebut mewakili Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) PENS.

Persiapan dilakukan dengan meningkatkan koordinasi satu sama lain. Dalam perlombaan ini, terdapat dua babak. Dimana babak pertama yakni penyisihan dengan mengerjakan sebanyak 100 soal selama 120 menit. Materi yang diujikan seputar aqidah, tajwid al-qur’an, fiqih, dan sejarah islam. Kemudian diambil tiga besar untuk masuk ke babak final. Pada babak ini, terdapat pertanyaan kelompok yang diberikan dengan acak. Tidak hanya itu, soal lemparan dan rebutan juga turut diberikan. Pada babak ini materi yang diangkat meliputi fiqih, ibadah, aqidah, ayat al-qur’an, shiroh dan tajwid. Setiap kelompok pun mendapat tujuh pertanyaan. Apabila salah, pertanyaan dilempar kepada kelompok lainnya.

Setelah melewati babak demi babak, ketiga mahasiswa PENS berhasil memenangkan lomba tersebut, yakni dengan memperoleh juara 1. Dalam kesempatan ini Mohammad Nashrulloh selaku ketua tim menyampaikan bahwa besar harapannya agar event seputar keagamaan dapat terus terselenggara. .”Bersyukur bisa mengharumkan nama UKKI dan PENS di luar kampus. Harapannya, semoga event sejenis untuk meningkatkan semangat pemuda muslim dalam mempelajari agamanya akan selalu ada dan berkelanjutan. Pemuda muslim pada zaman sekarang membutuhkan banyak wadah untuk berkembang menjadi semakin baik,” ungkapnya. (umi/ani)

wpChatIcon
EnglishIndonesian