EEPIS Online – Mahasiswa Politeknik Elektronika
Negeri Surabaya (PENS) kembali menorehkan prestasi dalam perlombaan di bidang
robotika. Kali ini berasal dari mahasiswa PENS angkatan 2016 yang berhasil menjadi
juara dua dalam Technocorner 2017
cabang lomba Line Follower Competition.
Technocorner ini merupakan sebuah kompetisi
yang diadakan oleh Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas
Teknik Universitas Gadjah Mada.

Perlombaan yang
diikuti oleh 112 tim ini dimulai dengan babak penyisihan dimana ke-64 tim yang
lolos akan melanjutkan ke babak selanjutnya. Dalam babak penyisihan ini para
peserta diharuskan untuk men-setting
robot mereka sesuai dengan track yang
telah disiapkan oleh pihak panitia. Robot yang dapat mencapai garis finish dengan waktu tercepat akan mendapatkan
poin. Poin inilah yang menjadi tolok ukur apakah tim tersebut dapat melanjutkan
ke babak selanjutnya atau tidak.

Robot yang
digunakan dalam perlombaan ini adalah jenis Line
Racer Follower
. Panzer Airglow merupakan
Tim perwakilan dari PENS berhasil melewati babak penyisihan dengan sangat baik
hingga dapat menjadi bagian dari enam besar. Pada babak ini, keenam besar
peserta memiliki tantangan yang lebih berat dari sebelumnya. Yakni para peserta
diharuskan untuk memprogram robotnya dengan track
yang belum diberitahukan dengan batas waktu yang diberikan selama satu setengah
jam.  

“Kami merasa
tertantang dengan babak ini, karena dengan waktu yang singkat kami dituntut
untuk memprogram robot kami secara on the
spot
,” tutur Gilang Heru Kencana, mahasiswa D4 Teknik Telekomunikasi yang juga
merupakan ketua tim Panzer Airglow.

Tim Panzer Airglow sendiri beranggotakan
tiga mahasiswa, mereka adalah Gilang Heru Kencana, Shiena Aprisillia dan Nadila
Fariza. Ketiga mahasiswa yang tengah memasuki semester genap ini juga sempat
mengalami kendala. Namun berkat kerja sama tim, mereka berhasil menjadi juara
kedua dalam ajang bergengsi tahun ini. Diharapkan prestasi yang telah sukses diraih
saat ini dapat terus ditingkatkan sehingga bakat yang dimiliki mahasiswa pun
akan dapat tersalurkan. (ani/fre)