Surabaya, pens.ac.id – Kesehatan merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan, tidak terkecuali oleh mahasiswa. Selasa (24/4), Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Industri (Hima Elin) usai menyelenggarakan Seminar Kesehatan Wanita (Sekawan) bertajuk Cervix Caneer Awareness. Bertempat di Ruang Teater Gedung D3 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), seminar ini mengajak mahasiswi untuk peduli dan sadar akan pentingnya kesehatan organ kewanitaan.

Berawal dari kepedulian akan kurangnya informasi mengenai kesehatan wanita di lingkungan kampus, menjadi latar belakang diadakannya seminar ini. Menjadi seminar kesehatan wanita pertama yang digelar Hima Elin dalam ranah PENS, Estiningtias Nugraheni, SKM., MARS dari Adi Husada Cancer Center berkesempatan menjadi pemateri. Dihelat khusus untuk mahasiswi PENS, seminar ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai jurusan.

Dimulai sejak pukul 18.00 WIB, Seminar dibuka dengan sambutan dari Siti Maimunah selaku ketua pelaksana. Ketua Hima Elin serta perwakilan dosen yakni Dimas Kukuh Dwi Nugroho dan Diah Septi Yanaratri, S.ST., MT. turut memberi sambutan pada momen ini. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Estiningtias Nugraheni, SKM., MARS, yang memaparkan fakta dan mitos mengenai isu kanker serviks saat ini. Beliau pun tidak segan berbagi banyak hal, seperti cara pencegahan serta pendeteksian dan pencegahan kanker serviks.

“Yang ingin saya tanamkan adalah awareness, karena hanya awareness yang bisa menyelamatkan perempuan-perempuan dari kanker serviks ini,” tutur Estiningtias Nugraheni, SKM., MARS. Ia pun menambahkan bahwa seluruh peserta yang hadir harus memposisikan diri sebagai spoke person, agar informasi mengenai kanker serviks tidak hanya berhenti sampai disini. Pemaparan materi pun ditutup dengan sesi tanya jawab langsung antara peserta dan pemateri.

Pemberian cinderamata kepada pemateri dan sesi foto bersama, menjadi penutup pada seminar kali ini. Siti Maimunah selaku ketua pelaksana pun berharap usai dihelatnya acara ini, mahasiswi dapat lebih peduli akan kesehatan mereka dan mau mengingatkan kepada sesama akan bahaya kanker serviks. “Semua perempuan beresiko terkena kanker serviks, maka dari itu kita harus peduli, kenali, dan cegah sebelum penyakit itu datang,” imbuhnya. (tts/ani)

wpChatIcon
EnglishIndonesian