PLTS Hybrid PENS Bantu Pembudidaya Lele di Jombang Tekan Biaya Operasional dan Jaga Sirkulasi Air Kolam

by | Oct 31, 2026 | Berita, Headline Post, Kegiatan Kampus

Jombang, pens.ac.id – Pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya berpotensi mendukung kebutuhan listrik rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi usaha produktif masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas), Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengimplementasikan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid untuk mendukung operasional pompa sirkulasi air pada budidaya ikan lele di Dusun Gabus, Desa Tunggorono, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Oktober 2026.

Program ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi para pembudidaya ikan lele, khususnya tingginya kebutuhan energi listrik untuk mengoperasikan pompa sirkulasi air kolam. Sirkulasi air merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi lingkungan kolam agar tetap mendukung pertumbuhan ikan. Karena itu, pompa perlu beroperasi secara rutin dan membutuhkan pasokan listrik yang memadai.

Bagi Bahrul Ulum, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Lele Barokah Lele, kebutuhan listrik tersebut menjadi salah satu beban operasional usaha. Dengan mengelola 11 kolam bundar berbahan terpal, ia harus mengeluarkan biaya listrik lebih dari Rp200.000 setiap bulan. Selain tingginya biaya operasional, ketergantungan terhadap listrik PLN juga menimbulkan kekhawatiran ketika terjadi pemadaman yang dapat mengganggu sirkulasi air kolam.

Menjawab permasalahan tersebut, tim PLP PENS yang diketuai oleh Agus Fitriyanto, A.Md. menghadirkan solusi melalui implementasi satu unit PLTS Hybrid. Kegiatan ini melibatkan seluruh Pranata Laboratorium Pendidikan PENS sebagai bentuk kontribusi tenaga kependidikan dalam menerapkan keahlian teknis untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Teknologi PLTS Hybrid yang diterapkan mengintegrasikan tiga komponen utama, yaitu panel surya sebagai penghasil energi listrik, baterai sebagai penyimpan energi, serta jaringan listrik PLN sebagai sumber energi cadangan. Sistem ini dilengkapi panel surya berkapasitas 1.200 Watt-peak (Wp), inverter 2.000 Watt, dan baterai penyimpanan berkapasitas 24V 100Ah.

Dalam pengoperasiannya, panel surya menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Energi tersebut kemudian dikelola melalui Solar Charge Controller (SCC) dan disimpan dalam baterai. Selanjutnya, inverter mengubah arus listrik DC menjadi AC agar dapat digunakan untuk mengoperasikan pompa sirkulasi air kolam. Sistem ini juga dilengkapi Automatic Transfer Switch (ATS) yang memungkinkan perpindahan sumber energi secara otomatis antara PLTS dan jaringan PLN sesuai ketersediaan energi.

Keunggulan sistem ini terletak pada integrasi pembangkit energi surya, penyimpanan energi, dan pengalihan sumber listrik secara otomatis. Dengan mekanisme tersebut, kebutuhan energi untuk pompa sirkulasi air dapat didukung oleh energi matahari, sementara jaringan PLN tetap tersedia sebagai sumber cadangan. Sistem dirancang untuk mendukung operasional pompa sekitar pukul 05.00 hingga 21.00 melalui pemanfaatan energi surya dan dukungan PLN sesuai kebutuhan.

Dari sisi ekonomi, penerapan PLTS Hybrid diperkirakan berpotensi menghemat biaya listrik sekitar 30–40 persen dibandingkan penggunaan listrik PLN secara penuh. Meskipun penghematan aktual masih perlu dievaluasi melalui pemantauan tagihan listrik setelah implementasi, teknologi ini diharapkan dapat membantu pembudidaya mengendalikan biaya operasional sehingga usaha budidaya ikan lele dapat berjalan lebih efisien.

Setelah proses pemasangan dan pengujian pada 24 Oktober 2026, sistem PLTS Hybrid berhasil dioperasikan untuk mendukung pompa sirkulasi air. Aliran air ke kolam-kolam budidaya kembali berjalan normal dengan dukungan energi yang dihasilkan oleh panel surya. Perangkat tersebut selanjutnya diserahkan kepada mitra tanpa biaya sebagai bentuk dukungan PENS terhadap pengembangan usaha masyarakat.

Bagi kelompok Barokah Lele yang memiliki 10 anggota pembudidaya, program ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan teknologi energi terbarukan dalam kegiatan usaha produktif. Pada tahap implementasi ini, bantuan perangkat diberikan kepada Bahrul Ulum sebagai ketua kelompok, dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran program. Meski demikian, pengetahuan dan pengalaman penerapan teknologi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pengembangan pemanfaatan energi surya oleh anggota kelompok lainnya.

Tidak berhenti pada pemasangan perangkat, PENS juga merencanakan pendampingan dan evaluasi untuk memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pendampingan mencakup pemahaman pengoperasian sistem, penggunaan ATS, pemantauan kondisi baterai, serta perawatan panel surya dan komponen pendukung lainnya. Evaluasi kinerja sistem dan perbandingan tagihan listrik sebelum dan sesudah implementasi juga menjadi bagian dari rencana tindak lanjut untuk mengetahui manfaat ekonomi secara aktual.

Melalui kegiatan ini, PLP PENS menunjukkan bahwa penerapan keahlian di bidang elektronika, konversi energi, dan sistem tenaga listrik dapat memberikan solusi langsung bagi kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan PLTS Hybrid pada sektor budidaya ikan lele menjadi salah satu upaya mendorong penggunaan energi baru terbarukan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi PENS dalam menghadirkan teknologi tepat guna bagi masyarakat. (Hum-dz)

Post Terbaru

wpChatIcon
wpChatIcon