Makassar, pens.ac.id – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai talenta teknologi berprestasi di tingkat nasional. Dalam Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) VIII Tahun 2026, mahasiswa PENS berhasil meraih 10 prestasi dari 10 tim finalis yang tersebar pada 8 kategori kompetisi. Capaian tersebut menjadi bukti keberagaman kompetensi mahasiswa PENS dalam mengembangkan inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
KMIPN VIII 2026 diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dengan mengusung tema “Inovasi Informatika Vokasional untuk Transformasi Digital Berkelanjutan.” Babak final berlangsung pada 9–12 September 2026 secara hybrid, dengan rangkaian kegiatan luring di Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Hotel Dalton Makassar, Sulawesi Selatan, serta beberapa kategori dilaksanakan secara daring.
Dari 10 tim PENS yang berhasil melaju ke babak final, seluruhnya berhasil membawa pulang penghargaan. Capaian tertinggi diraih Tim Trabasss yang berhasil menjadi Juara 1 Utama Kategori E-Government melalui SIGAP-MBG, sebuah ekosistem e-Government terintegrasi yang dikembangkan untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
SIGAP-MBG mengintegrasikan QR Code traceability, pengaduan terverifikasi berbasis geotagging, Smart Analytics, dan dashboard GIS untuk menghubungkan pemerintah, petugas operasional, dan masyarakat dalam memantau distribusi, kandungan gizi, keamanan pangan, serta kondisi di lapangan. Tim Trabasss terdiri atas Kadek Savita Dyutianaya dari S.Tr. Sains Data Terapan, Adam Kandias dari S.Tr. Teknik Komputer, dan Jonzeven La Royba dari S.Tr. Teknologi Rekayasa Multimedia, dengan dosen pembimbing Dr. Ir. Sony Junianto, S.T., IPM.
Prestasi Juara 1 lainnya diraih Tim eko wahyudi fans club pada kategori Keamanan Siber melalui penghargaan Juara 1 Scoreboard Freeze Time. Tim yang beranggotakan Muhammad Nu’manun Naim, Fahmi Ilham Bagaskara, dan Muhammad Bahruddin, seluruhnya dari S.Tr. Teknologi Rekayasa Internet, tersebut dibimbing oleh Ahmad Zainudin, S.ST., MT., Ph.D.
Pada kategori Cipta Inovasi Bidang TIK, Tim h-2bisaga?katatiwigasaja meraih Juara 3 Utama melalui inovasi ANTARAKALA: Stetoskop Digital Modular Berbasis Edge-AI dengan Skoring Multiparameter LightGBM untuk Skrining Risiko Pneumonia Balita di Puskesmas 3T. Inovasi tersebut mengembangkan stetoskop digital modular yang mampu merekam suara paru dari enam titik auskultasi dan menggabungkannya dengan parameter klinis untuk menghasilkan estimasi risiko pneumonia. Sistem dirancang dapat melakukan pemrosesan secara lokal sehingga tidak bergantung pada koneksi internet dalam penggunaannya. Tim tersebut terdiri atas Ni Komang Diah Pratiwi, Abyan Keane Muhammad, dan Andika Krisna Mahendra, seluruhnya dari S.Tr. Teknologi Rekayasa Internet, dengan dosen pembimbing Hendri Darmawan, S.Tr.T., M.Tr.Kom. Sementara itu, Tim Perunggu-Gemilang berhasil meraih Juara 2 Presentasi Kategori Hackathon. Tim yang diperkuat Muhammad Satrio Asadel dan Naufal Zhafransyah Setiawan dari S.Tr. Teknik Informatika tersebut dibimbing oleh Nana Ramadijanti, S.Kom., M.Kom.
Pada kategori Animasi, Tim MLEYOT memperoleh Juara 3 Streaming Series melalui karya OUR MOMENT, sebuah konsep perangkat Micro IoT yang memanfaatkan AI untuk mendeteksi momen tertentu, seperti pemandangan dan ekspresi senyum, kemudian melakukan dokumentasi secara otomatis. Tim MLEYOT terdiri atas Arsyad Maulana dan Hana Azka Tsabitah dari S.Tr. Teknologi Rekayasa Multimedia serta Cantika Salsabrina Fiqih dari D3 Multimedia Broadcasting, dengan dosen pembimbing Rizki Dwi Irianti, S.ST., M.T.
PENS juga mencatat prestasi lainnya pada kategori Keamanan Siber melalui Tim NTR Security yang meraih Juara 3 Innovative Write Up. Tim yang terdiri atas Muhammad Fathoni Widyawanto, Muhammad Rafif Hadziq, dan Navyz Abdillah Zikhav dari S.Tr. Teknik Informatika tersebut dibimbing oleh Dr. Ferry Astika Saputra, S.T., M.Sc.
Pada kategori Perancangan Bisnis Bidang TIK, dua tim PENS berhasil meraih penghargaan. Tim TUMBUHIN memperoleh Juara 3 Inovasi Produk, sedangkan Tim Em Bege meraih Juara 3 Utama. Tim TUMBUHIN terdiri atas Ryan Putra Nurmawan dari S.Tr. Teknik Komputer, Ahmad Luqman Abdillah dari S.Tr. Teknologi Rekayasa Internet, dan Abidatuz Zahroh dari S.Tr. Teknik Elektronika, dengan dosen pembimbing Rizki Dwi Irianti, S.ST., M.T. TUMBUHIN mengembangkan platform teknologi berbasis mobile untuk membantu UMKM mengelola bisnis secara lebih sederhana dan berbasis data, dengan sejumlah fitur seperti manajemen inventaris real-time, sinkronisasi marketplace dan social commerce, serta AI-driven insights. Sementara Tim Em Bege diperkuat Dedy Risyaldi dari S.Tr. Teknologi Game, Acaryanandana Alif Fajar dari S.Tr. Sains Data Terapan, dan Anisa Nur Mutia dari S.Tr. Teknik Telekomunikasi, dengan dosen pembimbing Aji Sapta Pramulen, S.T., M.T.
Pada kategori Pengembangan Aplikasi Permainan, Tim Papoy berhasil meraih Juara 2 Utama melalui Type ’n Smash: Game Edukasi Sintaks Python Berbasis Typing Combat Adaptif. Game tersebut mengemas pembelajaran dasar pemrograman Python melalui mekanisme typing combat, sehingga aktivitas membaca dan menulis sintaks dikembangkan menjadi pengalaman belajar yang interaktif. Tim Papoy terdiri atas Grendy Aditya Pangestu, Gracelyn Elznova Kadja Pala, dan Diva Aulia Tuzzahro, seluruhnya dari S.Tr. Teknologi Game, dengan dosen pembimbing Artiarini Kusuma Nurindiyani, S.ST., M.T.
Sementara pada kategori Internet of Things (IoT), Tim REMPAH meraih Juara 2 Utama melalui inovasi REM-PAH: Sistem Distilasi Kapulaga Berbasis IoT dengan Kendali Suhu Presisi untuk Peningkatan Mutu dan Rendemen Minyak Atsiri. Sistem tersebut mengintegrasikan kendali PID, monitoring suhu secara real-time, penghentian otomatis berdasarkan sensor tetesan minyak, auto-refill air, serta deteksi api dan gas. Tim REMPAH terdiri atas Amalia dari S.Tr. Teknologi Rekayasa Multimedia, Bayu Erlangga Febriansyah dari S.Tr. Teknik Elektro Industri, dan Muhammad Syauqy Arryyan dari S.Tr. Teknik Informatika, dengan dosen pembimbing Rizki Dwi Irianti, S.ST., M.T.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PENS, Ir. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T., IPM., menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa PENS pada KMIPN VIII 2026. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi yang diperoleh selama proses pembelajaran menjadi karya dan inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PENS memiliki kompetensi, kreativitas, dan semangat untuk terus menghasilkan inovasi di bidang teknologi. Kami mengapresiasi kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah melalui proses panjang dalam mengembangkan dan menyempurnakan karya hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional. Kami berharap pengalaman ini tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia industri,” ujar Kholid.
Menurut Kholid, keberhasilan mahasiswa PENS di KMIPN VIII 2026 juga menunjukkan pentingnya ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan melalui kompetisi. Proses tersebut tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga melatih kreativitas, kerja sama tim, kemampuan memecahkan masalah, serta keberanian mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan karya di hadapan para ahli.

Keberagaman prestasi yang diraih mahasiswa PENS juga memperlihatkan luasnya spektrum kompetensi yang dikembangkan. Inovasi mahasiswa hadir dalam bidang Artificial Intelligence, Internet of Things, keamanan siber, e-Government, pengembangan aplikasi permainan, animasi, inovasi TIK, hingga bisnis berbasis teknologi.
Perjalanan menuju babak final menjadi bagian penting dari proses pembelajaran tersebut. Setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi, setiap tim melakukan penyempurnaan karya atau prototipe, menyiapkan materi presentasi, video demonstrasi, poster, serta dokumen pendukung. Pada babak final, mahasiswa mempresentasikan dan mendemonstrasikan karya di hadapan dewan juri. Beberapa kategori juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti mentoring bersama mentor industri.
Bagi PENS, kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan dan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah melalui karya nyata. Pengalaman tersebut sekaligus melatih mahasiswa untuk bekerja secara kolaboratif, menerima masukan, menyempurnakan inovasi, dan mempertanggungjawabkan hasil pengembangannya di tingkat nasional.
Ke depan, karya yang telah dikembangkan diharapkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi terus disempurnakan agar dapat berkembang menjadi produk maupun solusi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan dunia industri. Pengalaman tersebut juga menjadi bekal mahasiswa dalam membangun portofolio profesional serta menerapkan kompetensi teknologi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PENS.
Sepuluh prestasi dari delapan kategori menjadi bukti keberagaman talenta mahasiswa PENS dalam menghadirkan inovasi teknologi. Dari kompetisi nasional, mahasiswa PENS kembali menunjukkan bahwa kompetensi, kreativitas, dan keberanian berinovasi dapat diubah menjadi karya yang mampu bersaing sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh bagi masyarakat dan dunia industri. (Hum-dz)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 