Mahasiswa PENS Hadirkan Swara, Inovasi Pemantauan Sampah Sungai Berbasis IoT dan AI

by | Oct 19, 2026 | Berita, Kegiatan Mahasiswa, Penelitian

Surabaya, pens.ac.id — Menggabungkan teknologi sensor, kecerdasan buatan, dan partisipasi masyarakat, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengembangkan Swara, sebuah sistem pemantauan dan peringatan dini sampah sungai berbasis Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), dan geo-crowdsourcing. Inovasi ini dirancang untuk membantu mengidentifikasi perubahan kondisi tumpukan sampah di sungai secara real-time sekaligus memudahkan penyampaian informasi kepada pihak yang membutuhkan.

Swara dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pemantauan sampah sungai perkotaan yang bersifat dinamis. Tumpukan sampah dapat berubah dan berpindah mengikuti aliran air, sementara pemantauan manual secara berkala berpotensi melewatkan perubahan kondisi di lapangan. Melalui Swara, tim mahasiswa PENS mengintegrasikan perangkat pemantauan otomatis dengan aplikasi Android agar informasi kondisi sungai dapat diakses secara lebih praktis.

Sistem ini menggunakan kamera OV2640 dan sensor ultrasonik tahan air JSN-SR04T yang dipasang pada perangkat di bantaran sungai. Ketika sensor mendeteksi perubahan jarak tumpukan sampah yang signifikan, kamera akan mengambil gambar kondisi sungai secara otomatis. Data sensor dan gambar kemudian dikirim melalui koneksi Wi-Fi ke server berbasis cloud untuk diproses lebih lanjut.

Pada tahap analisis, Swara mengintegrasikan n8n, Roboflow, dan model multimodal Gemini dalam alur kerja AI. Citra sungai diproses menggunakan Segment Anything Model 3 (SAM 3) untuk mengestimasi persentase cakupan sampah atau waste coverage. Hasil estimasi tersebut kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori kondisi, yaitu Normal untuk cakupan kurang dari 10 persen, Warning pada rentang 10–40 persen, dan Urgent untuk cakupan lebih dari 40 persen.

Hasil analisis dikirim melalui REST API, disimpan dalam basis data PostgreSQL, dan ditampilkan pada aplikasi Android. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai kategori kondisi berdasarkan hasil pemantauan sistem. Informasi ini dirancang untuk membantu pihak terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, mengidentifikasi titik yang membutuhkan perhatian dan mendukung koordinasi penanganan sampah.

Salah satu fitur yang membedakan Swara adalah integrasi geo-crowdsourcing berbasis lokasi atau geo-tagging. Fitur ini memungkinkan masyarakat ikut melaporkan lokasi tumpukan sampah di sungai. Dengan menggabungkan data dari perangkat otomatis dan laporan masyarakat, Swara dikembangkan untuk melengkapi pemantauan pada titik-titik yang belum terjangkau perangkat.

Swara dikembangkan oleh lima mahasiswa PENS, yakni Aulya Berlyana Agustin, Nasywa Elsa Eka Putri, Adrian Yoga Chrisarianto, Alfin Salmanfarihin, dan Achmad Naufal Fatkhi, di bawah bimbingan Dr. Ir. Sony Junianto, S.T. Tim mengembangkan sistem ini dengan memadukan perangkat keras, pengolahan citra, pemrosesan data, dan aplikasi mobile dalam satu produk terintegrasi.

Dalam pengembangannya, Swara telah melalui pengujian di lingkungan nyata, tepatnya di Sungai Kalitebu, Kenjeran, Surabaya. Berdasarkan laporan tim, produk fungsional skala penuh telah diselesaikan dan Swara telah memperoleh Hak Cipta Program Komputer. Inovasi ini juga didukung oleh Letter of Intent (LoI) dari calon pengguna, yang menjadi salah satu capaian dalam proses pengembangan produk.

Pengujian di lapangan menjadi bagian penting untuk mengevaluasi penerapan teknologi dalam kondisi sungai yang sesungguhnya. Pengembangan selanjutnya diperlukan untuk menguji keandalan sensor, ketepatan estimasi cakupan sampah, kestabilan pengiriman data, serta kesesuaian hasil pemantauan dengan kebutuhan operasional pengguna.

Melalui Swara, mahasiswa PENS menunjukkan upaya mengembangkan teknologi yang tidak berhenti pada rancangan, tetapi diwujudkan dalam produk yang telah diuji di lingkungan nyata. Perpaduan IoT, AI, dan partisipasi masyarakat menjadi ciri utama inovasi ini dalam mendukung pemantauan sampah sungai. Ke depan, Swara diharapkan dapat terus dikembangkan agar semakin bermanfaat dalam mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan dan upaya penanganan sampah sungai. (Hum-dz)

Post Terbaru

wpChatIcon
wpChatIcon