Otak-Atik Merah Putih Padukan Block Design Test Berbasis AI dan Permainan Tradisional dalam Semarak Kemerdekaan

by | Aug 22, 2026 | Berita

Surabaya, pens.ac.id – Upaya memperkenalkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) sekaligus mengembangkan aktivitas yang mendukung kemampuan kognitif anak diwujudkan melalui program Otak-Atik Merah Putih yang digelar di lingkungan sekolah dasar di Surabaya. Kegiatan yang berlangsung di SDIT Al Uswah Surabaya, pada Jumat (14/8), dan SDN Menur Pumpungan 4 Surabaya pada Kamis-Jumat (20-21/8), tersebut menghadirkan perpaduan permainan edukatif, permainan tradisional, dan Tes Susun Balok berbasis AI dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini merupakan bagian dari pengembangan riset AI-Block Design Test untuk layanan kesehatan mental dan kognitif yang dikembangkan melalui kolaborasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Kubo.ai, Kampoeng Dolanan Surabaya serta mitra terkait, dengan pendekatan teknologi yang dirancang untuk merekam, mengolah, dan menganalisis aktivitas peserta melalui permainan susun balok. 

Inovasi yang digunakan dalam program ini adalah BrainBlock-AI, perangkat Block Design Test berbasis AI yang memanfaatkan kamera dan pemrosesan citra untuk merekam aktivitas peserta saat menyusun balok. Data seperti waktu penyelesaian dan ketepatan penyusunan kemudian diolah untuk membantu mengamati kemampuan visuospasial, konsentrasi, pemecahan masalah, serta koordinasi tangan dan mata. “Kami ingin membawa hasil riset lebih dekat kepada masyarakat. Teknologi dapat dikemas melalui permainan sehingga anak-anak bisa belajar, berpikir, dan beraktivitas dengan cara yang menyenangkan,” ujar Adnan Rachmat Anom Besari, S.ST., M.Sc., Ph.D. BrainBlock-AI dikembangkan sebagai alat bantu observasi dan skrining awal, bukan sebagai alat diagnosis medis.

Pendekatan teknologi tersebut dipadukan dengan permainan tradisional untuk menciptakan pengalaman yang lebih interaktif bagi peserta. Di SDN Menur Pumpungan 4 Surabaya, sebanyak 64 siswa mengikuti permainan yang menggabungkan bakiak, egrang, dan Otak-Atik Merah Putih dalam format estafet. Keterlibatan guru dan mahasiswa turut menambah keseruan kegiatan, terutama ketika tim guru berhasil menjadi pemenang. Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat menjadi media untuk memperkenalkan inovasi teknologi sekaligus mendorong aktivitas yang melatih konsentrasi, koordinasi, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah.

Riset ini menjadi bagian dari Program Hilirisasi Riset Prioritas: Dorongan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Tim pengembang terdiri atas Adnan Rachmat Anom Besari, S.ST., M.Sc., Ph.D., Fernando Ardilla, Ph.D., Akhmad Alimuddin, Ph.D., Reni Soelistijorini, B.Eng., M.T., dan Maretha Ruswansari, S.ST., M.T., dengan dukungan mitra Trustmedis, Kampoeng Dolanan, dan Moonshot. PENS berperan dalam pengembangan teknologi, perangkat, dan sistem AI, sedangkan Kampoeng Dolanan mendukung penerapan permainan tradisional dan pendampingan di lapangan. Melalui kolaborasi tersebut, Otak-Atik Merah Putih menjadi salah satu bentuk hilirisasi riset yang membawa teknologi lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membuka peluang pemanfaatannya dalam bidang pendidikan, penelitian, serta layanan kesehatan mental dan kognitif. (Ent-dkr)

Post Terbaru

wpChatIcon
wpChatIcon