Tak Sekadar Lomba 17-an, PENS Hadirkan Permainan Tradisional Berbasis AI untuk Anak

by | Aug 21, 2026 | Berita, Headline Post, Penelitian

Surabaya, pens.ac.id – Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia identik dengan berbagai permainan dan perlombaan yang meriah. Namun, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menghadirkan cara berbeda untuk memaknai semangat kemerdekaan melalui “Otak-Atik Merah Putih”, sebuah kegiatan yang memadukan permainan tradisional dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Bersama komunitas Kampoeng Dolanan Surabaya, PENS melaksanakan kegiatan Otak-Atik Merah Putih di dua sekolah dasar di Surabaya. Kegiatan pertama berlangsung di SDIT Al Uswah Surabaya, Keputih, pada Jumat, 14 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan di SDN Menur Pumpungan IV Surabaya pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Mengusung semangat “Merah Putih, Bermain, Berpikir, dan Berkarya”, kegiatan ini mengajak anak-anak untuk merayakan kemerdekaan melalui pengalaman bermain yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kemampuan fisik, kerja sama, konsentrasi, dan kemampuan kognitif.

Otak-Atik Merah Putih merupakan bagian dari riset yang memperoleh dukungan pendanaan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas: Dorongan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMENDIKTISAINTEK). Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hasil riset perguruan tinggi agar dapat dihilirkan dan diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah BrainBlock-AI, perangkat permainan edukatif berbasis AI yang dikembangkan untuk mengamati aktivitas dan kemampuan kognitif anak melalui permainan menyusun balok.

Dengan menggunakan balok bernuansa Merah Putih, peserta ditantang menyusun berbagai pola dalam batas waktu tertentu. Sistem BrainBlock-AI merekam sejumlah aktivitas selama permainan, seperti waktu penyelesaian, ketepatan penyusunan, strategi yang digunakan, serta koordinasi tangan dan mata sebagai bagian dari pengamatan kemampuan kognitif.

BrainBlock-AI mengadaptasi konsep Block Design Test, salah satu metode psikometri yang digunakan untuk mengamati kemampuan visuospasial, konsentrasi, dan pemecahan masalah. Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi pengalaman bermain yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar.

Alih-alih menghadirkan tes dalam suasana formal, pendekatan yang digunakan dalam Otak-Atik Merah Putih menempatkan anak-anak sebagai peserta permainan. Mereka diajak untuk berpikir, bergerak, dan menyelesaikan tantangan sambil menikmati suasana permainan dan kompetisi.

Tidak hanya menggunakan teknologi, kegiatan ini juga menghidupkan kembali permainan tradisional seperti bakiak dan egrang. Permainan tersebut dimodifikasi dengan tantangan menyusun kubus Merah Putih sehingga peserta perlu menggabungkan kemampuan fisik, konsentrasi, strategi, dan kekompakan tim.

Rangkaian kegiatan dirancang melalui tiga tahapan. Sebelum mengikuti permainan kelompok, peserta terlebih dahulu menjalani pre-test BrainBlock-AI secara individu untuk mengamati kemampuan kognitif awal masing-masing anak.

Selanjutnya, peserta mengikuti lomba secara berkelompok melalui permainan tradisional bakiak dan egrang yang telah dipadukan dengan tantangan menyusun kubus Merah Putih. Dalam permainan ini, peserta tidak hanya dituntut menjaga keseimbangan dan kekompakan, tetapi juga harus menyelesaikan tantangan kognitif di tengah aktivitas permainan.

Setelah menyelesaikan permainan kelompok, peserta kembali menjalani post-test BrainBlock-AI secara individu. Perbandingan hasil pre-test dan post-test selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari penelitian untuk mengamati kemungkinan perubahan performa kognitif anak setelah mengikuti aktivitas fisik dan permainan tim.

Rangkaian tersebut dirancang untuk memadukan dua bentuk stimulasi dalam satu pengalaman bermain, yakni aktivitas fisik melalui permainan tradisional dan stimulasi kognitif melalui permainan berbasis teknologi.

Kehadiran Otak-Atik Merah Putih di SDIT Al Uswah Surabaya dan SDN Menur Pumpungan IV Surabaya juga menjadi bagian dari upaya PENS mendekatkan hasil riset perguruan tinggi kepada masyarakat. Anak-anak tidak hanya menjadi peserta kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal teknologi dan riset secara langsung melalui aktivitas yang dekat dengan dunia mereka.

Data yang dihasilkan BrainBlock-AI dari sesi pre-test dan post-test dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari penelitian untuk mempelajari pola aktivitas dan perkembangan kemampuan kognitif anak. Sistem ini dirancang sebagai alat bantu observasi dan skrining awal, bukan sebagai alat diagnosis medis.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan teknologi yang mendukung pendidikan, penelitian perkembangan anak, serta literasi kesehatan otak dengan cara yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik anak.

Bagi PENS, kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata hilirisasi riset melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Teknologi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi diperkenalkan dalam konteks yang dekat dengan kehidupan anak, yakni melalui aktivitas bermain dan permainan tradisional.

Melalui Otak-Atik Merah Putih, PENS menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas lebih dari sekadar perlombaan. Permainan tradisional tetap dapat dilestarikan sekaligus dikembangkan dengan sentuhan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik bagi generasi muda.

Bakiak, egrang, kubus Merah Putih, dan teknologi AI pun bertemu dalam satu ruang bermain. Dari kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk bergerak, bekerja sama, memecahkan masalah, sekaligus mengenal teknologi yang dapat menjadi bagian dari masa depan mereka. (Hum-dz)

Post Terbaru

wpChatIcon
wpChatIcon