Surabaya, pens.ac.id – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kolaborasi Intervensi Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Surabaya. Penandatanganan yang berlangsung pada Kamis (6/8) di Ruang Rapat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya tersebut diwakili oleh Direktur PENS, Arif Irwansyah, bersama Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Ratna Dwi Wulandari, dan Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Sri Rahayu. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung upaya penanggulangan TBC melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Melalui kerja sama ini, PENS mengemban peran penting dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi melalui pengembangan sistem informasi berbasis data riset Tuberkulosis. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung pengelolaan, integrasi, dan analisis data secara terstruktur sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, PENS juga akan mengembangkan pemetaan spasial guna mengidentifikasi persebaran kasus dan tingkat kerentanan Tuberkulosis di Kota Surabaya sebagai dasar penyusunan strategi intervensi kesehatan masyarakat yang lebih efektif.
Kolaborasi ini melibatkan pembagian peran sesuai kompetensi masing-masing institusi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga bertugas melakukan pemetaan faktor risiko serta menyusun model intervensi penanggulangan TBC. Sementara itu, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya akan mengimplementasikan model intervensi di lapangan melalui pengukuran kualitas udara rumah pasien, survei kondisi fisik rumah, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga penerapan Cyclone Ventilator Modification (CVM) sebagai inovasi untuk meningkatkan kualitas sirkulasi udara di rumah pasien Tuberkulosis.
Pelaksanaan program akan difokuskan di Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, dan Kelurahan Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari masing-masing perguruan tinggi melalui tim kerja bersama. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menghasilkan model penanggulangan Tuberkulosis yang terintegrasi, berbasis bukti ilmiah, dan berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat Kota Surabaya.
Bagi PENS, kerja sama ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital untuk menyelesaikan persoalan publik. Dengan kompetensi di bidang sistem informasi, analitik data, dan teknologi geospasial, PENS berkomitmen menghadirkan inovasi yang tidak hanya mendukung transformasi digital sektor kesehatan, tetapi juga memperkuat kebijakan pemerintah daerah dalam mewujudkan Surabaya yang lebih sehat dan bebas Tuberkulosis. (Hum-dzi)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 