Yogyakarta, pens.ac.id – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali menyelenggarakan International Electronics Symposium (IES) 2026 di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta pada 1–3 Agustus 2026. Mengusung tema “Cyber-Physical Systems and Society: Bringing Human Behavior and Social Dynamics into the Technological Ecosystem”, forum ilmiah internasional ini menjadi ruang kolaborasi akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pemangku kebijakan untuk mendiskusikan perkembangan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada inovasi teknis, tetapi juga mempertimbangkan perilaku manusia dan dinamika sosial dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan IES 2026 menjadi tonggak baru bagi PENS karena untuk pertama kalinya konferensi internasional tersebut digelar di Kota Yogyakarta. Pemilihan Yogyakarta didasarkan pada posisinya sebagai kota pelajar dengan ekosistem perguruan tinggi yang kuat sekaligus destinasi wisata yang dinilai mampu menarik partisipasi peneliti dari berbagai negara.
General Chairman IES 2026, Adnan Rachmat Anom Besari, S.ST., M.Sc., Ph.D., mengatakan penyelenggaraan IES tahun ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi PENS agar semakin terhubung dengan komunitas riset dunia.
“Tujuan utama IES adalah internasionalisasi. Bagaimana agar PENS menjadi bagian dari masyarakat akademik dan peneliti internasional, sehingga persoalan yang diselesaikan melalui riset bukan hanya persoalan lokal Indonesia, tetapi juga tantangan global seperti energi, kesehatan, lingkungan, dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dunia,” ujarnya.
Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini mencerminkan perubahan paradigma pengembangan teknologi yang tidak lagi hanya berpusat di laboratorium.
“Melalui tema Cyber-Physical Systems and Society, kami ingin mendorong para peneliti agar tidak hanya berkutat di laboratorium, tetapi melibatkan masyarakat dalam pengembangan teknologi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan sehingga teknologi benar-benar tumbuh bersama masyarakat,” katanya.
Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., menegaskan IES menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam menghasilkan inovasi yang berdampak.
“International Electronics Symposium merupakan wadah strategis untuk mempertemukan akademisi, peneliti, industri, dan pemerintah dalam membangun kolaborasi yang menghasilkan inovasi berdampak. Tema yang kami usung tahun ini menegaskan bahwa perkembangan teknologi perlu berjalan selaras dengan pemahaman terhadap perilaku manusia dan dinamika sosial agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Direktur PENS.
Ia menambahkan PENS akan terus memperluas jejaring internasional melalui kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, serta pertukaran pengetahuan bersama berbagai perguruan tinggi dan mitra industri.
“Kami berharap IES 2026 tidak hanya menjadi ruang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga melahirkan kolaborasi baru yang mampu mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang relevan dengan tantangan masa depan,” katanya.
Selaint itu, Direktur PENS juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan industri, seperti Cisco Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison, Gameloft Indonesia, Telkomsat, Telkom Indonesia, Piranti Kecerdasan Buatan (PIKEBU), dan DigiWare Unlimited Innovations yang turut berkontribusi pada kegiatan ini. Serta berkolaborasi dengan Universitas Internasional dan Mitra Kampus yang ada di Indonesia.
IES 2026 menghadirkan empat pembicara utama, yakni Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Prof. Dr. Naoyuki Kubota dari Tokyo Metropolitan University, Jepang, Prof. Iwan Syarif, Ph.D. dari PENS, serta Prof. Toru Nakanishi dari Hiroshima University, Jepang.
Forum ini juga menggelar tujuh workshop internasional dan sembilan sesi paralel yang membahas telekomunikasi, kecerdasan buatan, keamanan siber, robotika, energi, multimedia, hingga teknologi interaktif.
Tingginya antusiasme tercermin dari 526 makalah yang dikirimkan dari 19 negara. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 198 makalah diterima dengan tingkat penerimaan 37,6 persen, terdiri atas 126 presentasi luring dan 72 presentasi daring. Pada akhir acara, panitia juga memberikan penghargaan kepada sembilan makalah terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas riset yang dipresentasikan.

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 