Perkuat Kurikulum Energi Terbarukan, PENS Gelar Pelatihan Solar PV bersama Pemerintah Swiss

by | Sep 17, 2026 | Berita, Headline Post, Kegiatan Kampus

Surabaya, pens.ac.id – Sebagai langkah strategis memperkuat kurikulum Program Studi Lanjut Jenjang atau Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Energi Terbarukan, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menyelenggarakan Industry Training Sistem Solar Photovoltaic (PV) dan Baterai. Pelatihan yang bertempat di Cafetaria Lt. 5 Gedung Pascasarjana PENS ini berlangsung selama tiga hari sejak Selasa hingga Kamis (8–10/9). Dipandu oleh Dr. Eng. Teguh Hady Ariwibowo, S.T., M.T. selaku Government PIC, kegiatan tersebut melibatkan dosen Program Studi Sistem Pembangkit Energi dan Teknik Elektro Industri guna memperkuat kompetensi pengajaran serta penguasaan alat praktikum. Langkah ini merupakan wujud komitmen kampus dalam menindaklanjuti hibah modul sel surya bernilai miliaran rupiah dari kerja sama Pemerintah Swiss dan Indonesia melalui Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi.

Pelatihan tersebut berfokus pada penguatan konsep teknis dan praktis. Materi yang diberikan meliputi dasar fisika sel surya, pembacaan kurva Current-Voltage (I-V) dan Power-Voltage (P-V) hingga dampak suhu serta iradiasi terhadap modul surya, inverter, atau solar tracker. Pada hari kedua dan ketiga, para dosen mendalami rekayasa sistem, analisis topologi off-grid, pengoperasian dan pemeliharaan atau operations and maintenance, hingga skema kerja sama industri serta investasi kepemilikan sistem solar photovoltaic untuk wilayah terpencil. Selain pemaparan materi, peserta melakukan simulasi langsung menggunakan software PVSyst untuk memodelkan potensi radiasi matahari di lokasi spesifik, mengkalkulasi efisiensi daya, serta menyusun analisis kelayakan finansial proyek.

Rangkaian kegiatan ini terkoneksi secara berkelanjutan dengan agenda penguatan internal, seperti Focus Group Discussion Capstone Design terkait battery energy storage system, hingga pemantauan berkala serta standardisasi kurikulum langsung dari Pemerintah Swiss. Selain itu, para pengajar mendapatkan pembekalan training of trainers langsung dari pakar asal Swiss guna memastikan metode praktikum dan evaluasi pembelajaran sesuai dengan standar internasional. “Tujuan utama dari program ini adalah mempersiapkan para pengajar agar siap dan relevan saat mengampu mahasiswa nantinya. Kami dibekali standar evaluasi dan materi praktikum langsung dari Swiss agar mampu melahirkan tenaga ahli di bidang sistem PV dan energi terbarukan,” ungkap Dr. Eng. Teguh Hady Ariwibowo, S.T., M.T.

Pengayaan materi tersebut ditargetkan mampu mendorong kualitas kegiatan riset di lingkungan kampus. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia sekaligus menyiapkan sumber daya manusia vokasi yang siap menjawab kebutuhan industri, khususnya di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT). Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, PENS berharap para dosen dapat segera mengintegrasikan wawasan teknis dan skema industri terkini ke dalam kurikulum perkuliahan. (azm/qmd)

Post Terbaru

wpChatIcon
wpChatIcon