Surabaya, pens.ac.id – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menegaskan komitmennya membangun tata kelola perguruan tinggi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan melalui pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) serta penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pimpinan, pejabat, dosen, dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi roadmap pembangunan ZI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan komitmen institusi untuk menghadirkan tata kelola perguruan tinggi yang semakin profesional dan berintegritas.
“Pembangunan Zona Integritas bukan sekadar memenuhi indikator penilaian, tetapi merupakan transformasi budaya kerja yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan PENS. Melalui komitmen bersama ini, kami ingin menghadirkan birokrasi yang bersih, akuntabel, adaptif, serta memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa, mitra, dan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Tim Zona Integritas PENS Ronny Susetyoko, S.Si., M.Si. menjelaskan, penandatanganan Pakta Integritas menjadi bentuk komitmen kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Pembangunan Zona Integritas bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan maupun Tim ZI, melainkan komitmen seluruh insan PENS dalam menjalankan tugas berdasarkan nilai-nilai integritas. Pakta Integritas menjadi titik awal yang menegaskan komitmen moral dan institusi untuk bekerja secara jujur, profesional, serta memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Dalam roadmap yang telah disusun, PENS menargetkan tahun 2026 sebagai fase penguatan fondasi melalui pembaruan standar operasional prosedur (SOP), harmonisasi program, perbaikan tata kelola, serta pemenuhan eviden di setiap area pembangunan. Tahap berikutnya difokuskan pada penguatan budaya integritas pada 2027, optimalisasi menuju predikat WBK pada 2028, hingga penguatan pelayanan publik menuju WBBM pada 2029.
Menurut Ketua Tim ZI, prioritas pembangunan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen penilaian, tetapi membangun sistem yang berkelanjutan melalui penguatan manajemen perubahan, tata laksana, manajemen sumber daya manusia, akuntabilitas kinerja, pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya pada layanan yang bersentuhan langsung dengan publik atau masyarakat.
Untuk memastikan komitmen tersebut berjalan secara berkelanjutan, Tim ZI akan melaksanakan koordinasi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi berkala terhadap seluruh program yang dijalankan. Selain itu, internalisasi budaya kerja PENS JOSS, pembentukan agen perubahan, program inovasi di setiap unit, serta peningkatan layanan prima akan melibatkan seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa.
Melalui langkah tersebut, PENS berharap budaya integritas tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya kerja yang mengakar sehingga mampu mewujudkan birokrasi yang bersih, pelayanan publik yang berkualitas, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PENS sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul dan berintegritas. (Hum)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 