PENS Terima Hibah Laboratorium PLTS dari Pemerintah Swiss, Perkuat Pengembangan SDM Energi Terbarukan

by | Jul 15, 2026 | Agenda, Berita, Headline Post, Kegiatan Kampus

Surabaya, pens.ac.id – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menerima hibah peralatan Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Pemerintah Swiss melalui Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD). Penyerahan hibah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang energi terbarukan sekaligus mendukung transformasi teknologi hijau di Indonesia.

Serah terima hibah ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh International Renewable Energy Expert RESD, Martin Stottele, dan Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., di Surabaya, Rabu (15/7). Pada kesempatan yang sama, PENS juga meluncurkan Program Diploma 4 Spesialisasi 1 Tahun Energi Terbarukan.

Proyek RESD merupakan kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM), Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program yang telah berjalan sejak 2020 itu memasuki fase kedua pada Oktober 2025 hingga akhir 2028 dengan memperluas kemitraan menjadi 10 politeknik negeri, termasuk PENS sebagai salah satu mitra baru.

Martin Stottele, mengatakan hibah tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Swiss dalam mempercepat transisi energi di Indonesia melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia.

“Hibah peralatan laboratorium PLTS ini merupakan realisasi dukungan Pemerintah Swiss bagi Pemerintah Indonesia untuk mendorong transisi energi, khususnya dari sisi pengembangan sumber daya manusia. Kami berharap peralatan laboratorium ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa sehingga mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan siap memenuhi kebutuhan industri energi terbarukan di Jawa Timur,” ujar Martin.

Sementara itu, Direktur PENS Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., menilai keberadaan laboratorium tersebut akan memperkuat proses pembelajaran sekaligus riset terapan di bidang energi terbarukan.

Menurut Direktur PENS, Jawa Timur sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia membutuhkan dukungan teknologi untuk mendorong proses dekarbonisasi. “Hibah laboratorium PLTS dari Pemerintah Swiss ini memungkinkan mahasiswa dan dosen PENS melakukan praktik langsung dan riset terapan dengan teknologi mutakhir. Kami berkomitmen mencetak lulusan kompeten yang siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia,” Ucap Direktur PENS.

Paket hibah yang diterima PENS meliputi peralatan solar photovoltaic (PV) portabel, panel surya untuk sistem rooftop, ground mount, dan pole mount, perangkat keselamatan kerja, serta berbagai prasarana pendukung laboratorium. Fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai (battery energy storage system) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia guna mendukung penguasaan teknologi penyimpanan energi dalam sistem PLTS.

Selain pengadaan peralatan, dukungan RESD pada fase kedua juga mencakup pengembangan kurikulum energi terbarukan yang berfokus pada teknologi PLTS dan baterai, pelatihan teknis dan pedagogis bagi dosen oleh tenaga ahli Swiss, penyelenggaraan kuliah tamu industri, tracer study, serta evaluasi kurikulum secara berkala. Pengaturan pelaksanaan kerja sama antara RESD dan PENS untuk mitra fase kedua sebelumnya telah ditandatangani pada 21 Januari 2026. (Hum)

Post Terbaru

wpChatIcon
wpChatIcon