Surabaya, pens.ac.id – Suasana bangga dan haru mewarnai kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) saat menyambut kepulangan Tim Bamantara EEPISAT yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara 3 Dunia pada International CanSat Competition 2026 yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) di Virginia, Amerika Serikat. Prestasi tersebut menjadi pencapaian bersejarah yang menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia untuk bersaing di antara universitas-universitas terbaik dunia dalam bidang teknologi satelit dan kedirgantaraan.
Kegiatan penyambutan dan pemberian apresiasi yang berlangsung pada Rabu (17/6) tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, mahasiswa, serta keluarga besar PENS. Acara diawali dengan pemutaran video perjalanan Tim Bamantara EEPISAT selama mengikuti kompetisi, dilanjutkan sambutan Direktur PENS, testimoni tim, serta pemberian apresiasi kepada para mahasiswa yang telah membawa nama baik institusi dan bangsa di tingkat internasional.
Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Bagi sebagian besar anggota tim, kompetisi ini menjadi pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki di luar negeri. Berhadapan dengan lingkungan baru, budaya yang berbeda, hingga berbagai tantangan teknis selama persiapan kompetisi menjadi pengalaman berharga yang tidak terlupakan.
Dalam sesi testimoni, perwakilan tim mengungkapkan bahwa perjalanan menuju podium dunia tidak lepas dari berbagai kendala yang muncul di lapangan. Saat menghadapi permasalahan teknis maupun kendala operasional selama berada di Amerika Serikat, tim banyak mendapat dukungan dari jejaring alumni PENS yang berada di sana.
“Ini merupakan pengalaman pertama kami ke luar negeri. Ketika menghadapi beberapa kendala di perjalanan maupun selama persiapan kompetisi, kami sempat menghubungi alumni PENS yang berada di Amerika untuk membantu mencari solusi. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan berbagai skenario backup dan troubleshooting untuk payload yang kami bawa sehingga ketika terjadi kendala, tim dapat segera melakukan penanganan,” ungkap perwakilan Tim Bamantara EEPISAT.
Pendekatan tersebut terbukti menjadi salah satu faktor penting yang membantu tim menjaga performa selama kompetisi. Dengan persiapan matang, pengujian berlapis, serta antisipasi terhadap berbagai kemungkinan kegagalan sistem, wahana CanSat yang dikembangkan mampu menjalankan misi dengan baik pada saat peluncuran dan pengujian di Virginia.
Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh anggota tim serta dosen pembimbing Nobby Bagus Muliawan, S.Tr.T., M.Tr.T. dan Hendhi Hermawan, S.ST., M.T. yang telah mendampingi proses pengembangan hingga kompetisi tingkat dunia tersebut.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PENS tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah di situasi yang penuh tantangan. Inilah karakter talenta global yang ingin terus kami bangun,” ujarnya.
Keberhasilan Bamantara EEPISAT menjadi bukti bahwa inovasi tidak lahir hanya dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari ketekunan, kolaborasi, dan keberanian menghadapi tantangan. Dari laboratorium di Surabaya hingga arena kompetisi dunia di Virginia, Tim Bamantara EEPISAT telah menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu berdiri sejajar dengan talenta terbaik dunia. Lebih dari sekadar membawa pulang trofi juara, mereka membawa pulang inspirasi—bahwa mimpi besar dapat dicapai melalui persiapan yang matang, kerja keras yang konsisten, dan semangat pantang menyerah. (Hum-Dzi)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 