Surabaya, pens.ac.id – Guna membuktikan kemampuan riset AI pemuda Indonesia di kancah internasional, tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sukses meraih gelar bergengsi Best AI Performance – Ticket to Korea pada kompetisi MAJU:ON 2026 yang diinisiasi oleh UD Impact dan SK Innovation E&S. Melalui Tim Aruponic, Dafit Ody Endriantono dari Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektronika, Muhammad Krisnanda Vilovan Saputra dari Program Studi Sarjana Terapan Sains Data Terapan, dan Novem Fidyansa Ningrum dari Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia berhasil menciptakan inovasi berjudul “Aruponic: Agentic AI-Driven Intelligent IoT for Self-Healing Urban Agricultural Ecosystems”. Inovasi yang mengintegrasikan Smart Aquaponic App, Apens-IoT Station (A1), dan Water Quality Sensor (W1) ini dipresentasikan dalam sesi pitching di panggung utama Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman Lt. 8, Jakarta pada Kamis (21/5), yang berhasil mengantarkan tim ini meraih apresiasi tertinggi berupa tiket ekspedisi menuju konferensi global di Korea Selatan pada September 2026 mendatang.
Aruponic hadir sebagai sistem teknologi Internet of Things (IoT) cerdas yang dirancang untuk mengatasi dampak krisis ekonomi, fluktuasi harga pangan, serta tingginya angka tengkes (stunting) pada anak-anak. Produk ini menciptakan ekosistem pertanian perkotaan mandiri dengan menggabungkan pemeliharaan ikan dan sayuran selada dalam satu unit akuaponik. Keunggulan teknologinya terletak pada penggunaan Agentic AI (Kecerdasan Buatan Agen) yang memungkinkan sistem melakukan pemantauan kualitas air dan pengendalian lingkungan secara otomatis (self-healing). Melalui Apens-IoT Station yang berfungsi sebagai pusat kecerdasan keras (edge intelligence hub), pengguna dapat memperoleh wawasan data secara real-time untuk memastikan keberlanjutan pangan di lahan terbatas secara efektif dan efisien.
Perjalanan Tim Aruponic menuju podium juara merupakan proses panjang yang dimulai sejak September 2025 melalui serangkaian tahapan inkubasi yang ketat. Mereka harus melewati tiga putaran eliminasi, mulai pembangunan fondasi bisnis pada Actpreneur Bootcamp, fase uji coba produk melalui siklus Build-Measure-Learn, hingga sesi investor roundtables untuk menyusun dokumen hubungan investor (IR education). Di babak final, Aruponic bersaing dengan inovator dari universitas terkemuka dan peserta kategori early-stage startup lainnya. Menanggapi keberhasilan ini, Dafit Ody Endriantono selaku ketua tim Aruponic mengungkapkan bahwa gelar ini merupakan sebuah tanggung jawab besar untuk membawa riset mahasiswa ke tingkat yang lebih bermakna. “Kemenangan ini adalah sebuah amanah dan utang pelayanan bagi kami untuk membuktikan bahwa hilirisasi riset laboratorium mahasiswa PENS tidak berakhir sebagai dokumen akademik saja, melainkan lahir menjadi solusi bisnis nyata yang menjawab tantangan masyarakat di kancah internasional,” tegasnya. (ENT-slv)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 