Surabaya, pens.ac.id – Guna membangun kualitas sumber daya manusia unggulan pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Bina Talenta Indonesia 2026 sukses dilaksanakan pada Kamis hingga Senin (9-13/7), di Kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Kegiatan yang diinisiasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) tersebut dihadiri oleh 19 pendidik terpilih dari seluruh SMA di Indonesia. Sebagai salah satu dari 27 kampus yang ditunjuk menjadi pelaksana, PENS menghadirkan pelatihan dengan tema “AI: Innovations and Practical Solutions for Society” untuk meningkatkan kemampuan serta pengetahuan peserta pada bidang kecerdasan buatan atau AI.
Usai melalui rangkaian seleksi sebelumnya, peserta terpilih dibekali materi-materi yang disiapkan oleh narasumber sesuai kisi-kisi materi yang disediakan Puspresnas. Pada tahun ini, PENS ditunjuk untuk menghadirkan pelatihan selama 5 hari tentang kecerdasan buatan, dasar pemrograman, serta matematika dan statistika melalui materi seperti dasar pemrograman Python, supervised learning, hingga natural language processing oleh dosen yang berkompeten pada bidangnya. “Mengingat perkembangan teknologi yang pesat, setiap sekolah diharapkan dapat mengimplementasikan konsep dari kecerdasan buatan ini pada setiap kegiatan pembelajaran tersebut,” ungkap Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, S.E., M.Si. selaku Kepala Pusat Prestasi Nasional. Tidak hanya diberi pemahaman teori, peserta juga menerapkan materi tersebut pada sesi project solving, microteaching, serta post test. Selain itu, terdapat kunjungan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang berlokasi di PT Sentra Vidya Utama (Sevima) untuk melihat langsung implementasi AI pada teknologi pendidikan. “Dari sini, saya mempelajari bagaimana kecerdasan buatan tersebut dapat dimanfaatkan pada proses ataupun perencanaan pendidikan di sekolah,” ujar Hendra Trisurya, guru SMA Negeri 1 Sepang.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Firman Arifin, S.T., M.T. selaku Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi PENS turut mengungkapkan pandangannya terkait AI dalam dunia pendidikan, “Kemampuan AI bukan sekadar di atas komputer, laptop, ataupun cloud, tetapi juga ada interface peripheral yang dikoneksikan dan hal tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk anak didik.” Keberhasilan penyelenggaraan Bina Talenta Indonesia 2026 di PENS ini diharapkan menjadi katalisator penting dalam mencetak lebih banyak talenta yang siap mengakselerasi perkembangan teknologi nasional di masa depan, dengan para pendidik yang membawa pulang ilmu praktis terkait AI untuk menginspirasi siswa di daerah masing-masing. “Walaupun dalam waktu yang singkat, tetapi kita berusaha belajar dan memahami programming dan kecerdasan buatan. Selanjutnya, tentunya saya akan berbagi dengan teman-teman yang ada di lingkungan kami, Papua Pegunungan, terutama sehingga guru beserta murid yang ada di sana dapat memahami seperti apa coding dan kecerdasan artifisial yang mulai diterapkan dalam pembelajaran di sekolah,” ujar Kornelia Maryorita Alomau, guru SMA Negeri 1 Wamena. (ent-fas)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 