Surabaya, pens.ac.id – Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pengembangan ekosistem industri gim nasional, Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital menggelar kegiatan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Bootcamp 2026 di Ruang Auditorium Lt. 6 Gedung Pascasarjana Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Agenda yang berlangsung pada Jumat (24/4), ini dibuka dengan sambutan Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Kementerian Komdigi dan Kepala Jurusan Teknologi Multimedia Kreatif PENS serta dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Game. Kegiatan tersebut juga menyelenggarakan sesi diskusi panel bertema “Industri Gim: Ekspektasi vs Realita” yang menghadirkan narasumber dari Gingersun dan Komunitas Game Developer Arek Suroboyo (GADAS).
Gingersun merupakan perusahaan pengembang gim asal Sidoarjo, Indonesia, yang menyediakan solusi gamifikasi khusus untuk berbagai industri guna meningkatkan keterlibatan, retensi, dan pertumbuhan bisnis. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan sejumlah brand besar, seperti Emina, Djarum 76, dan Nike. Gingersun juga memiliki produk unggulan berjudul Unrivaled Heroes yang dikembangkan bersama Publisher asal Singapura, yakni SoftSource dan Van De Loo Business (VDLB), serta telah tersedia di platform Steam dan dapat ditambahkan ke wishlist. Dalam diskusi kali ini, Gingersun diwakili oleh Izzul Fikri selaku Chief Executive Officer (CEO). IGDX Bootcamp turut menghadirkan Eric Satria Wijaya selaku Ketua Komunitas GADAS, komunitas resmi yang menaungi para pengembang gim di Surabaya dan sekitarnya.
Melaui sesi diskusi tersebut, para narasumber menekankan bahwa kunci utama mahasiswa untuk terjun ke indutsri gim adalah portofolio yang baik. Portofolio tersebut harus mampu menjelaskan peran serta tugas spesifik secara mendetail dan tidak sekadar mencantumkan nama proyek saja. Selain itu, seorang developer game juga wajib melakukan analisis pasar guna memastikan gim yang diciptakan sesuai dengan minat target audience. Kemudian, Eric selaku Ketua Komunitas GADAS mengingatkan mahasiswa agar aktif mempromosikan karya melalui media sosial. “Jangan menyembunyikan karya kalian dan jangan berasumsi bahwa sebuah gim akan sukses secara otomatis tanpa promosi. Jika kalian tidak aktif menunjukkan potensi diri, pihak industri tidak akan menyadari bakat terbaik yang kalian miliki,” tegasnya. (ENT-ddp)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 