Surabaya, pens.ac.id – Guna membekali mahasiswa mengenai alur dan strategi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), PKM Center Politeknik Elektronika Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan Showcase PKM & Workshop Penulisan Proposal pada Jumat (20/2), di Ruang Mini Theater Lt. 6 Gedung Pascasarjana. Agenda ini menghadirkan Dr. Afan Hamzah, S.T., reviewer nasional PKM dari ITS, serta pameran karya inovatif dari dua tim PKM unggulan PENS, yaitu STUNTLESS dan Sea-lectry sebagai referensi nyata bagi peserta. Melalui sesi penulisan praktis, mahasiswa PENS diarahkan untuk menghasilkan proposal PKM berkualitas yang akan dikoreksi secara internal sebelum diunggah melalui Sistem Informasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan (SIMBELMAWA). Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kualitas serta daya saing mahasiswa PENS menuju gelaran PKM 2026 hingga PIMNAS ke-39.
“Keberhasilan PKM tidak selalu ditentukan oleh tingkat kecanggihan teknologi, melainkan sejauh mana solusi yang ditawarkan mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat,” ujar Dr. Afan Hamzah. Ia mencontohkan berbagai inovasi sederhana namun berdampak besar, seperti alat pengaduk petis untuk UMKM, pengaduk sabun, hingga alat pasteurisasi susu yang mampu meningkatkan efisiensi produksi. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman komprehensif mengenai perbedaan skema PKM, mulai dari PKM Penerapan Iptek yang berorientasi pada peningkatan produktivitas mitra, PKM Karsa Cipta yang menuntut pengembangan prototipe, hingga PKM Karya Inovatif yang harus siap diimplementasikan dengan tingkat akurasi tinggi. Penekanan juga diberikan pada pentingnya kesesuaian ide dengan skema serta kemampuan mengukur dampak secara kuantitatif.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga membuka wawasan peserta terhadap peluang inovasi lintas bidang, mulai dari teknologi kesehatan berbasis sensor non-invasif hingga solusi sosial seperti penanggulangan fenomena judi online. Peserta dibekali strategi menyusun proposal yang mampu menarik perhatian reviewer, mulai penyusunan latar belakang yang kuat, kejelasan urgensi masalah, hingga penyajian solusi yang aplikatif dan terukur. Dengan pembekalan yang komprehensif ini, mahasiswa PENS diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan proposal berkualitas, tetapi juga menciptakan inovasi yang berdampak nyata serta berdaya saing tinggi hingga menembus pendanaan dan