Surabaya, pens.ac.id – Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., didampingi para Wakil Direktur, menghadiri Taklimat Presiden Republik Indonesia yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara, pada Kamis (15/01). Sebagai forum strategis yang diikuti ratusan pimpinan perguruan tinggi dan guru besar dari seluruh Indonesia, kegiatan ini membahas arah kebijakan nasional, tantangan geopolitik global, serta penguatan peran pendidikan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan pentingnya kontribusi aktif perguruan tinggi dalam memperkuat riset, inovasi, serta penyelenggaraan pendidikan berkualitas yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri sebagai fondasi pembangunan jangka panjang bangsa.
Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat kemandirian bangsa di tengah dinamika geopolitik dunia. Menanggapi hal tersebut, Arif Irwansyah menyampaikan bahwa arahan Presiden menjadi pekerjaan rumah bersama bagi perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tanpa menambah beban biaya kepada masyarakat. “Perguruan tinggi diharapkan terus meningkatkan mutu layanan pendidikan agar mampu melahirkan SDM unggul yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi vokasi, PENS menyatakan kesiapan untuk mendukung arah pembangunan nasional melalui penguatan pendidikan terapan dan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri. Arif menambahkan bahwa PENS secara konsisten memperbarui kurikulum, membuka program studi Sarjana Terapan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta mengembangkan riset terapan di sektor strategis seperti pertanian dan energi terbarukan. “PENS siap berkontribusi melalui inovasi dan penelitian terapan untuk mendukung swasembada pangan dan swasembada energi, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (ent-dkr)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 