Surabaya, pens.ac.id – Berkolaborasi dengan Hompimpah, grup band lokal asal Ponorogo, dalam lagu latar berjudul Kembali Bersama, empat mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) langsung menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Kategori Video Digital Pendidikan pada Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025 yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tergabung dalam Tim Gambreng, Agri Dwika Aprelio dan Hasnah Aulia Zahra dari Program Studi Diploma Tiga Teknologi Multimedia Broadcasting serta Ikhsan Nuralim dan Ezar Muhammad Ilham dari Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia sukses membawakan karya berjudul Demi Waktu. Karya yang telah tercatat hak ciptanya di Kementerian Hukum Republik Indonesia ini berhasil mengantarkan Tim Gambreng menuju babak final sekaligus meraih Medali Emas dalam ajang yang digelar pada Senin hingga Kamis (1-4/12), di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. 

Dalam karyanya, Tim Gambreng mengangkat topik pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Good Health and Well-being yang menjelaskan tentang suatu keluarga dengan kebiasaan makan tidak sehat hingga pada suatu malam, waktu seolah berhenti ketika sang ayah terbaring tak berdaya. Karya Demi Waktu ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) serta menyoroti fenomena fatherless sebagai kasus tertinggi ketiga di dunia. Demi Waktu juga menggunakan aktor dari keluarga asli dan mengambil latar di Ponorogo, kota dengan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) tertinggi di Jawa Timur hingga tahun 2025. Hal ini menyebabkan peralihan peran pengasuhan dari ibu kepada ayah, sehingga membentuk pola pikir, “yang penting makan” dalam pemenuhan kebutuhan anak-anak.

Melalui pendekatan ekspositoris, yaitu penyampaian informasi melalui narasi langsung, visual pengungkap fakta, serta penyertaan data kesehatan yang relevan, Demi Waktu sukses menempati posisi pertama dengan mengungguli 233 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pencapaian ini tidak lepas dari bimbingan dosen pendamping, Aji Sapta Pramulen, S.T., M.T. yang berhasil mengantarkan mahasiswa PENS mengikuti perlombaan di bidang video kreatif pada LIDM 2025 untuk pertama kalinya. “Diharapkan mahasiswa PENS dapat terus berinovasi melalui penciptaan berbagai karya video kreatif, sehingga tidak berfokus pada pengembangan robot saja,” tutur Agri Dwika selaku Ketua Tim Gambreng. (ddp/qmd)