Surabaya, pens.ac.id – Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh delegasi tari PENS melalui Tim ERINA dengan mendapatkan Juara 2 kategori Tari Tradisional pada ajang Festival Rhapsody Nusantara 2025 yang diinisiasi Jendraningrat Production. Bertempat di Gedung Cak Durasim Surabaya, festival ini menghadirkan sembilan kategori lomba yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa dengan rentang usia 6–35 tahun. Dalam kegiatan yang digelar pada Sabtu (13/12), Tim ERINA menampilkan tari bertajuk “BUNIAN” dengan mengangkat inspirasi dari mitologi masyarakat Melayu Sumatra mengenai sosok bunian sebagai penjaga keseimbangan alam.
Tarian “BUNIAN” yang dibawakan oleh Tim ERINA memiliki makna filosofis yang mendalam mengenai refleksi hubungan manusia dengan alam dalam perspektif budaya Melayu Sumatra. Melalui visualisasi Ritual Bomo yang berasal dari tradisi Melayu Sakai, tarian ini menyampaikan pesan bahwa setiap tindakan perusakan alam memiliki konsekuensi yang tidak selalu dapat dipulihkan. “Kami memilih tari ini sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Selain itu nuansa Melayu yang tercermin melalui gerak dan iringan musik membuatnya berkarakter serta berbeda dari tari tradisional lain,” ungkap Adhani Rayhan Diryatama selaku peserta.
Di balik prestasi yang diraih, Tim ERINA telah melakukan persiapan selama tiga bulan. Di bawah bimbingan Dany, mahasiswa PENS angkatan 2020, proses latihan tetap berjalan optimal meski harus menghadapi tantangan Ujian Akhir Semester (UAS) serta kendala teknis jelang perlombaan. Rayhan mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tim di tengah ketatnya persaingan. “Tentu sangat bersyukur karena pencapaian ini melampaui ekspektasi kami. Awalnya sempat pesimis, namun kerja keras seluruh tim akhirnya terbayar lunas dengan membawa pulang piala Juara 2,” pungkasnya. (san/qmd – ENT)