Surabaya, pens.ac.id – Melalui kolaborasi Program Studi Magister Terapan Teknik Elektro serta Magister Terapan Teknik Informatika dan Komputer Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), program pengabdian masyarakat berhasil digelar. Kegiatan ini bertajuk “Hibah dan Sosialisasi Sistem Monitoring Water Quality Meter untuk Produktivitas Tambang Udang di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo”, yang dilaksanakan pada Selasa (11/11), di Kecamatan Sedati, tepatnya di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Program tersebut bertujuan untuk mengenalkan karya program studi jenjang Magister Terapan PENS yang dapat mengontrol kualitas air tambak di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo demi memastikan kesehatan dan pertumbuhan budidaya udang tetap optimal.
Agenda dimulai dengan perkenalan singkat antara PENS dan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sidoarjo, yang dilanjutkan dengan prosesi hibah serta sosialisasi inovasi kepada dosen, laboran, dan mahasiswa. Sosialisasi tersebut mencakup teknis penggunaan alat, mulai dari tahapan kalibrasi, pengujian langsung di air kolam, hingga prosedur pembacaan grafik sensor pada sistem. Perangkat ini dikembangkan karena pemantauan kualitas air tambak sebelumnya masih mengandalkan alat konvensional di pasaran dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang rendah serta belum terintegrasi dengan internet. “Alat ciptaan kami memiliki nilai TKDN yang tinggi. Selain itu, inovasi ini memudahkan untuk memantau data secara otomatis karena sudah terkoneksi serta dapat diakses melalui smartphone maupun laptop,” tutur Dr. Eng. Teguh Hady Ariwibowo, Sekretaris Prodi Magister Terapan Teknik Elektro PENS.
Dalam pengujian lapangan, Teguh mengungkapkan bahwa terdapat tantangan alam, yakni kondisi banjir di area kampus Poltek KP Sidoarjo yang menghambat akses menuju lokasi tambak udang sehingga pengujian dialihkan ke kolam di belakang gedung direktorat. Meskipun demikian, Kendala yang dihadapi dapat menjadi pembelajaran berharga bagi prodi untuk memahami masalah nyata di lapangan agar alat dapat dikembangkan lebih optimal pada kegiatan pengabdian selanjutnya. “Semoga kegiatan ini memperkuat kerja sama antar institusi. Kami berharap perangkat ini dapat terus dikembangkan, baik dari segi penambahan parameter variabel pengukuran maupun penyesuaian terhadap temuan teknis di lapangan,” ungkapnya (san-ENT)