Surabaya, pens.ac.id – Sebagai salah satu bentuk pernyataan sikap Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) atas aksi terorisme beberapa waktu lalu, kemarin (17/5) usai digelar kegiatan bertajuk Aksi Solidaritas. Bertempat di Lapangan Merah Gedung D3 PENS, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan jajaran direksi, managemen, serta mahasiswa PENS. Aksi yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB ini, merupakan simbolis pernyataan secara tegas untuk menolak segala bentuk terorisme yang terjadi di Indonesia.

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta aksi. Selanjutnya, Ahmad Faiq Naufal selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PENS turut menyampaikan sambutan mengenai adanya aksi ini. Ia mewakili seluruh Keluarga Mahasiswa (KM) PENS, menyatakan bahwa sangat prihatin dengan kejadian teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

Tidak hanya Ahmad Faiq Naufal, Direktur PENS yakni Dr. Zainal Arief, S.T., M.T. pun turut memberikan tanggapan pada aksi kali ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa sebagai mahasiswa, sudah seharusnya peduli terhadap sekecil apapun kejadian teror yang terjadi di lingkungan sekitar. “Melalui adanya aksi ini mari kita siap untuk terus mendukung dan saling menjaga satu sama lain,” ungkap Dr. Zainal Arief, S.T., M.T. Beliau juga menyampaikan bahwa PENS siap untuk membangun kebersamaan yang baik dalam berbagai keragaman yang ada di Indonesia.

Pembacaan doa oleh Avif Prima Nuryanto menjadi penutup pada aksi kali ini. Selanjutnya seluruh peserta aksi yang hendak meninggalkan lapangan, membubuhkan tanda tangan mereka sebagai simbol pernyataan untuk menolak berbagai bentuk terorisme. “Melalui aksi ini, kita bisa sama-sama berempati atas teror yang telah terjadi dan banyak memakan korban,” ungkap salah satu peserta aksi, Eva Rahmadanti. Ia pun menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan ini, seluruh elemen PENS bisa lebih waspada dan mau untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan. (tts/mus)