Surabaya, pens.ac.id – Hari ini, Direktur PENS ikut tentukan sikap menanggapi aksi teroris yang terjadi di Surabaya.

“Bisa dikatakan kejadian hari ini sangat tidak dibenarkan. Untuk itu saya mewakili civitas akademika menyampaikan turut berdukacita atas kejadian ini. Dan, sangat berharap aparat dapat segera mengatasi kejadian ini dan segera menangkap pelakunya,” kata Zainal Arif.

Menurutnya, aksi teror yang dilakukan hari ini, hingga menimbulkan korban jiwa merupakan hal yang biadab untuk memecah belah umat dan NKRI.

“Kita semua punya tanggung jawab khususnya kepada keluarga kita dan para mahasiswa kita. Untuk itu, mari kita bersama semaksimal mungkin mencegah masuknya ajakan dan ajaran yang mengarah pada perpecahan umat dan NKRI,” tegas beliau.

Bahkan lanjutnya, semua dosen dan karyawan punya kewajiban untuk saling menjaga dan mengingatkan. Tidak saling menyalahkan dan mengkafirkan ajaran tertentu.

Beliaupun berpesan agar kita lebih peduli dan peka dengan lingkungan sekitar, baik di lingkungan terdekat setingkat RT dan RW maupun kampus. Ini sebagai salah satu bentuk dukungan kita terhadap upaya aparat dalam menghalau teroris.

Berikut terlampir pernyataan sikap kampus terhadap aksi teror hari ini.

Pernyataan sikap Politeknik Elektronika Negeri Surabaya terkait adanya teror bom di kota Surabaya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

  1. Mengutuk keras aksi teror tersebut. Tindakan teror merupakan tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Tidak ada satu agama pun membenarkan tindakan terorisme.
  2. Prihatin atas kejadian pengeboman beberapa gereja di Surabaya dan menyampaikan dukacita bagi para korban dan juga keluarga yang ditinggalkan. Semoga mereka diberikan ketabahan.
  3. Mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu, bahu membahu melawan terorisme, radikalisme serta mendukung upaya aparat untuk mencegah dan memberantas terorisme di NKRI.
  4. Kepada seluruh civitas akademika PENS di mana pun berada agar mempererat persatuan dan menghindari perpecahan. Menolak dan melawan segala tindakan yang bertujuan untuk memecah belah NKRI. Mari kita lawan terorisme bersama.

Surabaya, 13 Mei 2018
Zainal Arief
(Direktur)

#SurabayaDamai

(hum)