EEPIS OnlineSelasa lalu (14/3) kantin
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali tampak ramai dipenuhi
oleh mahasiswa. Pasalnya, terdapat kegiatan debat calon Presiden Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2017/2018. Kegiatan ini dihelat oleh Komisi
Pemilihan Umum (KPU) Keluarga Mahasiswa (KM) PENS dengan tujuan menjadikannya sarana kampanye
sekkaligus mengedukasi mahasiswa teentang isu nasional yang sedang terjadi saat
ini.

Dimulai pukul 19.30 WIB, debat
ini dibuka dengan sambutan Choirin Nisa selaku ketua KPU dan juga sambutan Dr.
Indra Adji Sulistijono S.ST, M.Eng, selaku Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan.
Kegiatan debat yang mempertemukan dua calon Presiden BEM ini dihadiri oleh tim
sukses calon dan warga PENS dari berbagai jurusan. Selain itu hadir pula Adnan
Rachmat Anom Besari S.ST, M.Sc, yang menjadi salah satu panelis dalam kegiatan
debat ini. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan
Hymne PENS.

Dalam kegiatan debat ini,
masing-masing calon memaparkan visi dan misi dengan durasi selama lima menit.
Kegiatan yang juga ditayangkan secara live di media sosial Instagram ini mengangkat
dua tema, yakni Pandangan Mahasiswa Terhadap Isu Nasional dan Dinamika
Pergerakan Mahasiswa Kekinian. Selain sebagai sarana kampanye bagi kedua calon,
kegiatan debat ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga PENS. “Kegiatan ini
menjadi sarana edukasi yang tepat bagi mahasiswa lainnya. Debat ini merupakan
momen untuk berpikir diluar kebiasaan dan mengetahui lebih jauh isu nasional
yang terjadi saat ini,” ujar Adnan Rachmat Anom Besari S.ST, M.Sc.

Debat kali pertama ini terbagi
dalam empat sesi. Sesi pertama dan kedua yakni debat antara panelis dengan
kedua calon. Dalam sesi ini, para calon diberi dua pertanyaan dari
masing-masing panelis sesuai tema dalam kegiatan ini. Sesi ketiga, debat antar
kedua calon yakni dengan mengajukan dua pertanyaan kepada calon lain dengan
ketentuan satu tema satu pertanyaan. Sesi terakhir yakni debat antara calon
dengan warga. Dalam setiap sesinya, kedua calon diberi waktu satu menit untuk
mengungkapkan jawabannya.

Diharapkan dengan kegiatan debat
ini dapat membantu KM PENS untuk mengenal lebih jauh wawasan yang dimiliki para
calon Presiden BEM. “Dengan kegiatan debat ini, secara tidak langsung kita
dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan para calon. Semoga KM PENS dapat
memanfaatkan ini untuk mengetahui figur yang tepat menjadi Presiden BEM,” tutur
Irin, sapaan akrab Ketua KPU kali ini. (mus/zya)