EEPIS Online
– Workshop Jurnalistik 2017 telah
sukses digelar pada Sabtu lalu,
(11/3). Kegiatan yang diselenggarakan di ruang A301 Gedung D4 Politeknik
Elektronika Negeri Surabaya (PENS) tersebut, dimulai tepat pada pukul 08.30
WIB. Workshop yang diadakan untuk kali pertama ini diikuti oleh peserta
yang berasal dari perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA Prodi),
Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan juga Unit Kegiatan Kerohanian Islam
(UKKI).

Kegiatan ini merupakan
salah satu bentuk pelatihan kepada mahasiswa yang berkecimpung di dunia media
informasi untuk lebih mengasah kemampuannya dalam dunia jurnalistik. Tema yang
diangkat pada workshop kali ini adalah Improve
Your Journalistic Skill to Inspire.
“Disini mereka bisa mulai untuk
berlatih menulis sebuah artikel yang baik, sehingga nantinya mereka bisa
membawa citra baik PENS dan menuangkannya dalam bentuk tulisan,” jelas Nadia Widad
Naufalita selaku penanggung jawab
acara workshop tahun ini.

Agenda pertama diawali dengan sambutan oleh penanggung
jawab acara, Nadia Widad Naufalita, serta Septa Prasetya Hanafi
yang sekarang menjabat sebagai presiden BEM PENS periode
2016-2017. Selanjutnya, para peserta mendapat pembekalan materi jurnalistik
yang diberikan oleh Akhmadi. Dulunya, Akhmadi pernah menjabat sebagai
Direktur Vivat Press BEM ITS 2015. Ia memberikan materi yang dibagi menjadi dua bahasan
pokok yaitu teknik wawancara serta teknik penulisan artikel dan etika
jurnalistik.

Tidak berhenti disitu, setelah
mendapatkan materi para peserta juga melakukan simulasi secara langsung. Mereka
seolah-olah menjadi reporter dan narasumber yang sedang melakukan wawancara live di media televisi. Pada sesi ini,
para peserta nampak sangat antusias mengikuti jalannya acara. Pasalnya mereka
mengangkat
pokok bahasan yang unik saat wawancara berlangsung.

“Sesi yang paling
mengesankan adalah pada saat simulasi, karena disini kita bisa langsung tahu
mana yang salah dan benar dalam dunia jurnalistik,” ungkap Nisrina Putri
Ramadhani, salah satu peserta
yang berasal dari Himpuna Mahasiswa Teknik Telekomunikasi (HIMA Telkom).

Para peserta juga turut mencoba membuat sebuah berita
atau artikel dengan tema bebas. Evaluasi hasil berita yang telah dibuat oleh
para peserta menjadi agenda penutup dalam workshop
kali ini. Dengan demikian mereka bisa mengetahui
bagaimana cara yang tepat dalam penulisan sesuai dengan kaidah jurnalistik

“Semoga ilmu yang sudah kita diskusikan tadi bisa lebih
bermanfaat dan juga dapat menambah ilmu baru bagi yang belum mengerti
jurnalistik, serta bisa diaplikasikan langsung ke organisasi masing-masing,”
harap Akhmadi yang ditemui usai
acara. (zif/fre)