EEPIS-Online (31/05), Kekreatifan mahasiswa PENS tidak diragukan lagi, inovasi dari mahasiswa PENS tersebut tersalurkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa, terutama dalam bidang teknologi sebab PENS merupakan kampus berbasis teknologi.Papan tulis virtual, salah satunya. Papan tulis ini dirancang sebagai pengganti papan tulis konvensional dalam bidang pendidikan. Ide yang digagas oleh oleh Rachmat Tri Pendi dari Prodi Teknik Elektronika, dan beranggotakan empat orang yaitu Achmad Syamsul Alam dari Prodi Teknik Elektronika, Ayu Renzes Pradita dari Prodi Teknik Telekomunikasi, Shannaz Imaniar Wahid dan Anisa Chairani yang keduanya berasal dari Prodi Teknik Informatika.
Ide yang bermula dari hobi utak atik alat ini bermanfaat untuk menanggulangi penggunaan kapur dan spidol yang berbahaya untuk kesehatan. Saat Rachmat duduk dibangku kuliah, dimana masih menggunakan kapur, membuatnya bertanya mengapa tidak menggunakan spidol saja? Karena menurutnya kapur tulis akan membahayakan bagi kesehatan paru-paru karena kandungan bahan kapur yang dihisap. Tidak selang beberapa lama temannya menjabarkan, bahwa spidol pun juga membahayakan karena mengandung gas. Dari sinilah terbesit ide untuk membuat alat tulis yang tidak membahayakan, dan idenya itu dituangkan dalam PKM Teknologi (PKMT). "Alhamdulillah ide saya disetujui, dan didanai 6 juta rupiah untuk merealisasikannya," tutur Rachmat.
Dalam proses pembuatan ini, tentu saja ada kendala yang timbul saat pembuatan alat ini seperti waktu pengerjaan. "Dikarenakan jadwal yang tidak sama membuat kami susah untuk berkumpul, sempat give up juga saat ngerjainnya. Saya berharap bisa masuk pimnas dan semoga tahun depan banyak terobosan baru yang bermanfaat," lanjut Ayu Renzes, salah satu anggota tim PKM Teknologi tersebut. Hasil buah tangan mahasiswa dari PKM-T ini, mampu menyedot beberapa sekolah untuk menggunakan papan tulis virtual ini sebagai pengganti papan konvensional, dengan biaya sekitar ratusan ribu.(ade/dev)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya