Dari Lahan ke Pasar, PENS Dorong Transformasi Digital Budidaya Melon di Madura

by | Oct 21, 2026 | Berita, Headline Post, Kegiatan Kampus, Penelitian

Sampang, pens.ac.id – Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus memperluas akses pasar bagi petani. Melalui program pengabdian kepada masyarakat di Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, Madura, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengembangkan solusi terintegrasi yang menghubungkan pemantauan kondisi lahan, pengelolaan irigasi, hingga promosi dan pemasaran hasil panen melon.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas program studi di lingkungan PENS, khususnya bidang Teknik Telekomunikasi dan Teknik Rekayasa Internet. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan teknologi yang tidak hanya mendukung proses budidaya, tetapi juga membantu kelompok tani dalam mengelola informasi dan memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem pemantauan budidaya melon berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT). Sistem ini dirancang untuk membantu petani memperoleh informasi mengenai kondisi tanah dan air yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Parameter yang dipantau meliputi pH tanah, kelembapan tanah, kandungan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium (NPK), serta kualitas air melalui parameter pH, konduktivitas listrik (EC), dan total padatan terlarut (TDS). Data dari sensor diproses melalui mikrokontroler dan server untuk mendukung pemantauan kondisi budidaya, dengan pemanfaatan machine learning sebagai bagian dari pengembangan sistem.

Melalui pendekatan tersebut, petani diharapkan memiliki akses terhadap informasi yang lebih terukur sebagai bahan pertimbangan dalam mengelola tanaman. Pemantauan berbasis data juga membuka peluang bagi proses budidaya yang lebih terarah, sehingga keputusan terkait kondisi lahan dan kebutuhan tanaman tidak hanya mengandalkan pengamatan secara langsung.

Dukungan teknologi juga dikembangkan pada sistem irigasi tetes melalui penerapan kontrol level air otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini memanfaatkan mikrokontroler ESP32, sensor ultrasonik untuk membaca ketinggian air, sensor aliran air, serta katup solenoid untuk mengendalikan aliran. Informasi sistem dirancang agar dapat dipantau melalui dasbor berbasis website, dengan konektivitas jaringan sebagai pendukung komunikasi data.

Pada tahap pengujian laboratorium, sensor ultrasonik dilaporkan memiliki tingkat akurasi sebesar 96%, sedangkan pengujian aliran air menunjukkan nilai rata-rata sekitar 2,2 liter per menit. Hasil tersebut menjadi bagian dari pengujian awal komponen sebelum sistem diintegrasikan dan diterapkan pada lokasi budidaya. Dengan pengembangan ini, pengelolaan air diharapkan dapat dilakukan secara lebih terkontrol dan membantu petani mengatur distribusi air untuk tanaman melon.

Transformasi digital yang dilakukan tidak berhenti pada proses produksi. PENS juga mengembangkan website sebagai media informasi dan promosi produk unggulan Kelompok Tani Banyu Urip di Desa Tanggumong. Website ini dirancang untuk memperkenalkan produk melon, menyajikan informasi budidaya, serta memudahkan calon pembeli mendapatkan informasi produk dan menghubungi penjual.

Website tersebut dikembangkan menggunakan teknologi Next.js, Tailwind CSS, dan Supabase. Di dalamnya tersedia sejumlah halaman, meliputi beranda, profil kelompok, katalog produk, informasi budidaya, galeri, serta berita. Katalog menampilkan produk melon, termasuk varietas Honey Globe dan Golden Apollo, disertai informasi produk dan sarana untuk menghubungi penjual melalui WhatsApp maupun website.

Kehadiran platform digital ini diharapkan membantu kelompok tani memperluas jangkauan promosi, meningkatkan kemudahan akses informasi bagi calon konsumen, serta memperkuat identitas produk unggulan desa. Dengan demikian, teknologi informasi tidak hanya berperan sebagai pendukung produksi, tetapi juga menjadi sarana untuk menjembatani petani dengan pasar.

Kelompok Tani Banyu Urip yang menjadi mitra program memiliki sekitar 25 anggota aktif dan mengembangkan budidaya melon di lahan sekitar satu hektare. Potensi tersebut menjadi konteks penting bagi penerapan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan petani, baik dalam pemantauan kondisi budidaya, pengelolaan air, maupun penyebaran informasi produk.

Komitmen PENS dalam mendukung transformasi digital pertanian diwujudkan melalui kegiatan diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 di Kabupaten Sampang, Madura. Dalam kegiatan tersebut, perangkat teknologi hasil pengembangan diserahkan kepada Ketua Kelompok Tani Banyu Urip oleh para Ketua Program Studi, yakni D3 Teknik Telekomunikasi, Sarjana Terapan Teknik Telekomunikasi, Sarjana Terapan PJJ Teknik Telekomunikasi, serta Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Internet. Penyerahan ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas program studi PENS untuk mendukung pengembangan budidaya melon melalui pemanfaatan teknologi digital, mulai dari pemantauan kondisi budidaya dan pengelolaan irigasi hingga promosi produk unggulan kelompok tani melalui website. Melalui dukungan tersebut, inovasi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan petani dan memperkuat pengelolaan usaha pertanian secara berkelanjutan.

Pengembangan berbagai solusi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pertanian dapat dilakukan melalui pendekatan yang saling melengkapi. Pemantauan kondisi tanah dan air menyediakan informasi untuk mendukung pengelolaan tanaman, sistem irigasi otomatis dikembangkan untuk membantu mengendalikan distribusi air, sedangkan website menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil budidaya kepada pasar.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat, PENS berupaya menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Pengembangan teknologi ini diharapkan menjadi langkah menuju budidaya melon yang lebih terukur sekaligus memperkuat kapasitas kelompok tani dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung keberlanjutan usaha pertanian di Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, Madura. (Hum-dz)

Post Terbaru

wpChatIcon
wpChatIcon