Surabaya, pens.ac.id – Setelah melalui rangkaian seleksi pada kompetisi MAJU:ON Indonesia 2025, perwakilan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) melalui Tim ARUPONIC terpilih sebagai delegasi Indonesia pada Korea-Indonesia Climate Ecosystem (SOLVE) Conference 2026 di Busan, Korea Selatan. Puncak gelaran yang berlangsung pada Selasa (8/9), tersebut mempertemukan sebanyak 250 inovator, startup, investor, serta pembuat kebijakan dari Korea Selatan dan Indonesia guna membedah solusi teknologi berkelanjutan serta inovasi berbasis artificial intelligence (AI) dalam menyelesaikan masalah energi, lingkungan, dan ketahanan pangan perkotaan.
Konferensi yang berlangsung di Busan Port Exhibition & Convention (BPEX) Center, Korea Selatan, ini diisi dengan pameran inovasi, dialog kebijakan dan panel diskusi, serta jejaring strategis untuk mengeksplorasi potensi kerja sama bilateral serta peluang pendanaan antara investor Korea dan ekosistem startup Indonesia.
Sebagai representasi dari Indonesia, mereka menghadirkan ARUPONIC, inovasi platform pertanian cerdas iklim berbasis AI dan IoT dengan Technology Readiness Level 7 (TRL 7) yang mengintegrasikan Smart Aquaponic App, Apens-IoT Station (A1), serta sistem Water Quality Sensor Station (W1).
Konferensi ini merupakan inisiatif kolaborasi antara pemerintah dan industri yang diinisiasi UD IMPACT Inc. bersama SK Innovation E&S serta Pemerintah Kota Busan untuk mendukung ekosistem kewirausahaan di sektor energi dan lingkungan, khususnya inovasi teknologi iklim.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat pameran inovasi, sesi jejaring, serta diskusi kebijakan iklim dan energi yang mempertemukan para inovator dengan pembuat kebijakan dan investor untuk membahas regulasi, teknologi, serta peluang kolaborasi. Pada perhelatan ini, PENS melalui Tim ARUPONIC yang beranggotakan Dafit Ody Endriantono dari Magister Terapan Teknik Informatika dan Komputer, Saifullah Ahmad Musyanto asal Sarjana Terapan Teknik Informatika, Kalyana Daeva Ali dari Sarjana Terapan Teknik Elektronika, Muhammad Krisnanda Vilovan Saputra dari Sarjana Terapan Sains Data Terapan, serta Novem Fidyansa Ningrum asal Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia terpilih sebagai satu di antara 4 perguruan tinggi yang berpartisipasi sebagai inovator startup iklim.
Tim ARUPONIC sukses unjuk gigi di SOLVE Conference 2026 sebagai satu-satunya delegasi politeknik dari Indonesia. Selain mempresentasikan nilai bisnis dan efisiensi teknologi di pameran global, mereka berdiskusi langsung dengan Direktur Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, Kedutaan Besar Republik Indonesia, dan pemangku kebijakan Korea mengenai penyelarasan inovasi kecerdasan buatan dengan regulasi serta kebutuhan petani. “Biasanya kami hanya berkutat dengan koding dan sirkuit di laboratorium, tetapi di forum ini kami dituntut memaparkan nilai dari teknologi tersebut. Kami berharap ARUPONIC dapat segera berekspansi ke pertanian urban, mendukung swasembada pangan, dan menjaring kerja sama strategis,” ujar Dafit. (ENT-fas)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 