Kantongi Dua Penghargaan Sekaligus, Dua Tim Mahasiswa Program Studi Teknologi Game PENS Raih Kemenangan di COMPFEST 18

by | Oct 1, 2026 | Prestasi

Surabaya, pens.ac.id – Mulai Sabtu hingga Minggu (26-27/9), kompetisi tahunan bidang teknologi informasi terbesar dan terpadu dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI), COMPFEST edisi ke-18, resmi digelar. Sebanyak 75 tim dari berbagai kategori perlombaan, termasuk Indie Game Ignite (IGI), sukses dipertandingkan. Dua tim di antaranya berasal dari mahasiswa Program Studi Teknologi Game Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), yaitu Tim Input Your Team Here yang berhasil meraih penghargaan Indie Game of The Year dan Tim Arafuru Compy dengan raihan Best Game Design IGI. Masing-masing penghargaan ini diperoleh setelah melalui beberapa tahapan seleksi hingga akhirnya masuk sebagai finalis dan layak dilagakan di Gedung Fasilkom UI, Kota Depok, Jawa Barat.

Dimulai pada tahun 2009, COMPFEST resmi diselenggarakan dan konsisten diadakan setiap tahun guna mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai perkembangan teknologi. Tahun ini, penyelenggaraan COMPFEST telah memasuki edisi yang ke-18 yang ditandai dengan Grand Launching-nya pada bulan Mei lalu. Sebanyak enam kategori kompetisi yang sukses diperlombakan, yaitu AI Innovation Challenge (AIC), Business-IT Case Competition (BizzIT), Capture the Flag (CTF), Competitive Programming Contest (CPC), Indie Game Ignite (IGI), hingga Data Analytics Dash (DAD). 

Dari berbagai kategori perlombaan tersebut terdapat dua tim dari mahasiswa Program Studi Teknologi PENS yang mengikuti perlombaan ini, khususnya di kategori IGI. Kategori ini merupakan kompetisi bagi para pengembang game yang bercita-cita untuk membuat dan mengembangkan game mereka sendiri. Dua tim tersebut adalah Tim Input Your Team Here yang menginovasikan sebuah game bernama Bloom & Place, sebuah 2D cozy puzzle game merawat tanaman yang mengajarkan pemain untuk mengamati, memahami, dan memenuhi kebutuhan setiap tanaman melalui interaksi sederhana. “Game ini, kita menaruh tanaman ke dalam sebuah ruangan. Tetapi, setiap tanaman memiliki personality dan keinginannya masing-masing. Dengan begitu, Bloom & Place mengajarkan kita tentang pemahaman akan kebutuhan setiap tanaman serta peduli melalui interaksi yang simpel,” jelas Yaser selaku Ketua tim. Dari game tersebut, inovasi ini tidak hanya lahir dari anggota tim lainnya yang terdiri dari M Hikmal Muzaffir dan Galang Alif Wicaksono, melainkan ada peran dosen pembimbing di setiap pembuatannya, yakni Fony Revindasari, S.Pd., M.Kom.

Sebaliknya, Tim Arafuru Compy menginisiasi sebuah game bernama Mix Math, yaitu game puzzle dengan mekanik merge antar karakter yang terinspirasi oleh game Mingle. Tidak hanya itu, game ini juga dipadukan dengan unsur matematika yang menantang para pemain agar bisa menyelesaikan permainannya. “Kami menambahkan matematika sebagai konten dan tema utama dari puzzle tersebut. Tujuan utama dari game ini adalah melakukan merge dengan karakter angka lain sampai target yang sudah ditentukan di setiap levelnya,” pungkas Syahrandy, Ketua Tim Arafuru Compy. Game tersebut tidak hanya dibuat oleh perorangan, tetapi juga dibantu anggota tim lain, yakni Rengga Danar Abdillah dan Satya Bagus Kenantaka. 

Dari dua inovasi game ini, sebelum lolos dan pantas dilagakan, terdapat beberapa tahapan yang harus mereka lalui,  mulai pendaftaran yang mengharuskan mereka untuk mengumpulkan hasil game yang dibuat beserta ringkasan eksekutifnya. Kemudian, setelah mengumpulkan hasil game, proses penyeleksian akan dilakukan oleh dewan juri untuk melihat tim yang akan lolos menjadi finalis dan berhak mengikuti showcase. Showcase merupakan segmen unggulan dan tahapan terakhir dari COMPFEST karena berfungsi sebagai pameran publik yang menyoroti hasil inovasi berbagai tim dari setiap kategori yang dilombakan. Setelah itu, sebanyak 12 finalis diambil dan wajib untuk mengikuti indie camp atau pelatihan dan juga mentoring terkait game yang mereka buat guna membantu para tim bisa berkembang sebagai pengembang game. Lalu, setelah melewati berbagai tahapan ini, sesi awarding resmi dilaksanakan dan sebagai penanda berakhirnya kompetisi, yang mengumumkan bahwa Tim Input Your Team Here, dinobatkan sebagai peraih Indie Game of The Year, sedangkan Tim Arafuru Compy meraih Best Game Design IGI. Masing-masing tim tersebut mendapatkan sebuah hadiah, baik berupa uang hingga relasi antar pengembang game yang tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya. “selain exposure dan hadiah uang, kami bisa mendapat jejaring pertemanan yang suka game development dan feedback untuk game yang telah kami buat,” tutup Yaser. (ENT-qmd)

Post Terbaru

wpChatIcon
wpChatIcon