Surabaya, pens.ac.id – Melalui inovasi Sistem Pabrik Pintar Otomatis berbasis Flexible Manufacturing System, delegasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih penghargaan Medal for Excellence untuk bidang keahlian Mechatronics pada ajang WorldSkills Shanghai 2026. Inovasi tersebut mengusung miniatur pabrik modern yang mampu mengelola seluruh rantai produksi secara mandiri, mulai pemilahan bahan berbasis sensor warna, pengisian material presisi, hingga pemrosesan ulang produk cacat secara otomatis. Berkat karya tersebut, Ro’uf Aufa Rifqi asal Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektro Industri dan Reno Surya Permana dari Program Studi Sarjana Terapan Teknik Mekatronika berhasil mengukir prestasi tingkat dunia setelah melalui serangkaian kompetisi yang berlangsung pada Selasa hingga Minggu (22–27/9), di National Exhibition and Convention Center Shanghai, Tiongkok. Pencapaian tersebut sekaligus menandai kembalinya medali bidang Mechatronics ke Tanah Air, setelah terakhir kali diraih Indonesia pada ajang WorldSkills Kazan 2019.
Pada cabang keahlian Mechatronics, kompetisi ini diikuti oleh 32 tim dari berbagai negara, di antaranya Tiongkok, Jepang, Korea, dan Jerman. Dalam ajang yang menguji integrasi rekayasa mekanik, sistem elektrikal, dan pemrograman komputer tersebut, Tim PENS menghadirkan miniatur pabrik modern yang beroperasi secara mandiri dari tahap awal hingga pengemasan. Sistem pabrik otomatis ini bekerja dengan merespons pesanan secara presisi melalui sensor pemilah warna benda kerja. Proses kemudian dilanjutkan dengan mekanisme pengisian material otomatis sesuai takaran, penguncian wadah, hingga tahap pemeriksaan kualitas produk melalui penimbangan berat dan deteksi cacat produksi. Apabila ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi, sistem secara otomatis mengarahkan produk gagal ke jalur pembongkaran untuk diproses ulang, sehingga mampu menekan pemborosan bahan baku serta meningkatkan efisiensi operasional.
Pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang bermula dari panggung Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) 2024. Tahapan tersebut berlanjut pada pemusatan latihan intensif selama enam bulan bersama Direktorat SMK Kemendikdasmen dan PT Festo Indonesia untuk penguasaan peralatan standar industri global. Keberhasilan tim dalam simulasi dan kompetisi tersebut juga tidak lepas dari pendampingan tiga dosen PENS, yakni Dr. Eng. Indra Adji Sulistijono, S.T., M.Eng., Novian Fajar Satria, S.ST., M.T., serta Ir. Lucky Pradigta Setiya Raharja, S.ST., M.T. Perolehan Medal for Excellence ini sekaligus menandai keberhasilan rangkaian persiapan panjang yang telah dijalani oleh delegasi PENS. Usai kompetisi, Ro’uf menyampaikan pesannya bagi mahasiswa PENS untuk terus berani bersaing di kancah internasional. “Jangan pernah merasa minder dengan pesaing dari negara luar. Kuncinya ada pada fokus, konsistensi, dan mental pantang menyerah. Apalagi PENS sangat mendukung hadirnya inovasi dan prestasi dengan memberikan izin serta dukungan luar biasa bagi mahasiswanya untuk berkembang,” pungkasnya. (ENT-san)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 