Surabaya, pens.ac.id — Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menggelar PENS International Day 2026 di Ruang Innovation Start Up, Lantai 5 Gedung Pascasarjana PENS, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi PENS International Cooperation Office (PICO) tersebut mempertemukan mahasiswa dengan mitra dan lembaga internasional untuk memperluas informasi mengenai studi lanjut, mobilitas akademik, pertukaran budaya, serta peluang kerja sama global.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum PENS Dr. Bima Sena Bayu Dewantara, S.ST., M.T., yang mewakili Direktur PENS Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng. Turut hadir Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) PENS Prof. Iwan Syarif, S.Kom., M.Kom., M.Sc., Ph.D., serta mahasiswa International Undergraduate Program (IUP), penerima beasiswa KNB, mahasiswa internasional, dan peserta dari sejumlah perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur Bidang 2 mengatakan PENS International Day menjadi ruang interaksi antara mahasiswa, mitra internasional, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat internasionalisasi PENS.
“Acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenali peluang pendidikan internasional dan kerja sama dengan institusi luar negeri, sekaligus memperkuat kolaborasi PENS dengan mitra internasional,” kata Bima.
Kepala KUI PENS Prof. Iwan Syarif menyampaikan, PENS terus memperluas akses mahasiswa terhadap program internasional. Saat ini, PENS telah membuka International Undergraduate Program yang memungkinkan mahasiswa menempuh sebagian masa studi di PENS dan melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Selain itu, PENS menyediakan pembelajaran bahasa Mandarin, Jepang, dan Korea melalui kerja sama dengan mitra internasional. PENS juga memiliki kerja sama dengan sejumlah institusi di Prancis untuk program double degree 3+2, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan kerja sama akademik. PENS International Day 2026 menghadirkan Vincent Padare dari Institut Français Indonesia (IFI), Gabriela Bakara dari Campus France Indonesia, dan Andre So dari INTACT Base Taiwan-Indonesia sebagai narasumber. Mereka memaparkan berbagai informasi mengenai pendidikan tinggi, beasiswa, pertukaran mahasiswa, kemampuan bahasa, magang, hingga peluang studi dan karier internasional.
Gabriela menjelaskan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke Prancis perlu mempersiapkan diri sejak awal dengan memperhatikan kesesuaian kurikulum, bidang riset, pengalaman akademik, CV, serta motivation letter. Campus France Indonesia juga menyediakan layanan konsultasi bagi mahasiswa yang ingin memperoleh informasi mengenai pendidikan tinggi di Prancis. Sementara itu, Andre So memperkenalkan peluang pendidikan dan pengembangan karier di Taiwan, termasuk program yang ditujukan bagi lulusan pendidikan vokasi. Menurutnya, penguasaan bahasa, kesiapan dokumen, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam memanfaatkan peluang internasional.
Koordinator Kelas Internasional PENS Dr.-Ing. Hestiasari Rante, S.T., M.Sc., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan berbagai unsur internasional yang telah berkembang di lingkungan PENS, termasuk mahasiswa KNB, mahasiswa IUP, mahasiswa internasional, dosen internasional, serta mitra luar negeri.
“PENS International Day didesain sebagai ruang interaksi untuk mempertemukan berbagai unsur internasional di PENS, merayakan keberagaman, sekaligus memberikan international exposure yang lebih luas kepada mahasiswa,” ujarnya.
Selain sesi diskusi dan berbagi informasi, kegiatan diisi dengan pertunjukan seni dan budaya, termasuk tari tradisional Indonesia, lagu dari Yaman, culture fashion show mahasiswa KNB, serta pertunjukan musik mahasiswa. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman budaya di lingkungan PENS.
Hesti berharap PENS International Day dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak mitra dari berbagai negara dan menghadirkan lebih banyak peluang internasional bagi mahasiswa.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa internasional untuk berbagi pengalaman budaya. Maxime Nshimirimana, mahasiswa asing PENS, menilai kegiatan semacam itu dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai budaya dan peluang pendidikan di luar negeri. (Hum-zak)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 