Surabaya, pens.ac.id — Belajar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak cukup hanya dengan memahami teori. Melalui praktik langsung, siswa dapat melihat bagaimana potensi bahaya dikenali, risiko dipahami, dan sistem keselamatan diterapkan. Semangat inilah yang dibawa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Keselamatan K3 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMK Negeri 1 Jabon, Sidoarjo, Senin (21/9).
Kegiatan yang diikuti guru dan siswa SMKN 1 Jabon tersebut mengangkat tema “Pelatihan dan Workshop Peningkatan Kesadaran dan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Sistem Kelistrikan untuk Guru dan Siswa SMK.” Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal berbagai potensi bahaya kelistrikan, memahami risiko yang dapat ditimbulkan, serta mengetahui pentingnya penerapan keselamatan dalam aktivitas yang berkaitan dengan listrik.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti workshop dan praktik menggunakan modul simulator K3 listrik. Melalui simulator tersebut, siswa dapat mengenal sistem pengamanan dan melihat secara langsung penerapan prinsip K3 dalam sistem kelistrikan.
Pendekatan praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Siswa tidak hanya diajak mengetahui apa yang berbahaya, tetapi juga memahami mengapa suatu kondisi dapat menimbulkan risiko dan bagaimana keselamatan dapat diterapkan. Dengan begitu, pembelajaran K3 menjadi lebih dekat dengan aktivitas praktik yang selama ini dilakukan siswa di lingkungan pendidikan vokasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Keselamatan K3 PENS sebagai salah satu program studi baru di lingkungan PENS. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, keilmuan yang dikembangkan di kampus mulai dibawa lebih dekat kepada masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan vokasi.
Kepala SMKN 1 Jabon, Nur Faridah Ilmianah, S.Kom., M.T., menyambut baik kegiatan tersebut. “Praktik langsung membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya K3, terutama dalam penggunaan dan pekerjaan yang berkaitan dengan kelistrikan.”
Sementara itu, Kaprodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Keselamatan K3 PENS, Dr. Eng. Indra Ferdiansyah, S.Tr.T., M.T., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi prodi kepada masyarakat. “Sebagai prodi baru, kami ingin keilmuan K3 PENS dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui praktik, siswa belajar mengenali bahaya dan menerapkan keselamatan secara nyata.” Menurut Indra, pengenalan K3 sejak bangku sekolah menjadi penting karena siswa SMK tidak hanya mendapatkan pembelajaran teoritis, tetapi juga banyak melakukan aktivitas praktik dan berinteraksi dengan berbagai peralatan teknis. Pemahaman mengenai keselamatan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan keterampilan yang mereka miliki.
Kegiatan di SMKN 1 Jabon juga memperlihatkan karakter pendidikan vokasi yang menjadi bagian dari PENS, yakni pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik dan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui kolaborasi dengan sekolah, PENS tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang dapat membantu membangun kesadaran keselamatan sejak dini.
Bagi siswa, pengalaman menggunakan simulator menjadi kesempatan untuk melihat bahwa K3 bukan sekadar aturan yang harus dihafalkan. Keselamatan merupakan bagian dari cara bekerja yang perlu dibangun sejak awal, mulai dari mengenali potensi bahaya, memahami risiko, hingga memastikan pekerjaan dilakukan dengan cara yang aman.
Kehadiran Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Keselamatan K3 PENS di SMKN 1 Jabon menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan bidang K3 sekaligus memperluas manfaat keilmuan perguruan tinggi kepada masyarakat. Sebagai prodi baru, K3 PENS terus mendorong agar kompetensi dan teknologi yang dikembangkan tidak hanya hadir di lingkungan akademik, tetapi juga dapat memberikan pengalaman dan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PENS turut mendorong terbentuknya budaya keselamatan di lingkungan pendidikan vokasi. Harapannya, pemahaman yang diperoleh guru dan siswa dapat menjadi bekal dalam setiap aktivitas praktik di sekolah maupun ketika nantinya memasuki dunia industri.
Karena bagi PENS, menjadi terampil bukan hanya tentang mampu melakukan, tetapi juga mampu melakukan dengan aman.
Kenali bahayanya. Pahami risikonya. Praktikkan keselamatannya. (Hum-dz)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 