Tak Perlu Lagi Cari Data Manual, PENS Hadirkan Aplikasi Pencegahan Stunting Bantu Kader Posyandu Pantau Tumbuh Kembang Balita

by | Sep 21, 2026 | Berita

Surabaya, pens.ac.id – Pemanfaatan teknologi digital terus didorong untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak. Tim dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengembangkan aplikasi digital pemantau tumbuh kembang balita sebagai upaya mendukung pencegahan stunting, Kamis (17/09). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan bersama kader Posyandu RW IV Kelurahan Tambak Wedi, Surabaya, di Balai RW IV, Jl. Tambak Wedi Baru No. 103.

Aplikasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan kader Posyandu yang selama ini masih banyak melakukan pencatatan dan pemantauan secara manual. Tim yang terdiri dari Weny Mistarika Rahmawati, S.Kom., M.Kom., M.Sc., Prof. Dr. Arna Fariza, S.Kom., M.Kom. dan Ira Prasetyaningrum, S.Si., M.T., melihat bahwa digitalisasi dapat membuat proses pencatatan data pertumbuhan anak menjadi lebih praktis, terstruktur, dan mudah diakses. Tidak hanya bagi kader, orang tua juga dapat memantau data tumbuh kembang anak kapan saja tanpa harus mencari buku KIA terlebih dahulu.

Dikembangkan dalam bentuk aplikasi berbasis web, teknologi ini dapat diakses melalui perangkat smartphone menggunakan peramban tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan. Kader Posyandu menjadi pengguna utama yang dapat memasukkan dan menganalisis data tumbuh kembang serta imunisasi anak, sementara orang tua dapat mengakses informasi perkembangan anaknya. Sistem ini juga membantu memudahkan melihat data sehingga kader dapat lebih cepat memperoleh informasi mengenai balita yang membutuhkan perhatian lebih berdasarkan data yang telah dimasukkan.

Salah satu kader Posyandu RW IV, Yati, merasakan langsung manfaat aplikasi tersebut dalam kegiatan Posyandu. “Sangat membantu, karena di situ juga ada bagian yang kita tinggal klik untuk cari balita yang berat badang (BB)-nya kurang atau yang sekarang yang disebut stunting. Tinggi badannya kurang itu kita bisa langsung lihat jumlahnya, kita klik langsung ada namanya dari data yang sudah kita masukkan. Jadi kita tidak perlu memilah dan mencari lagi,” ujarnya. Menurutnya, data yang masuk juga dapat langsung terpilah berdasarkan jenis kelamin maupun kondisi pertumbuhan anak, sementara data pada Kartu Menuju Sehat (KMS) yang berisi catatan perkembangan berat, tinggi, serta berbagai hal yang bertujuan untuk memantau kesehatan anak. dapat terisi secara otomatis sehingga mempercepat pekerjaan kader.

Dalam proses pengembangannya, tim PENS melibatkan mahasiswa mulai dari tahap pengembangan, pengujian, hingga pendampingan penggunaan aplikasi. Kader Posyandu RW IV juga dilibatkan sebagai mitra untuk memberikan masukan agar teknologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah merancang tampilan aplikasi agar mudah dipahami oleh kader dan orang tua dengan rentang usia dan latar belakang pendidikan yang beragam. Kegiatan pengabdian ini mendapat dukungan penuh berupa pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan tahun pendanaan 2026.

Dosen ketua pengabdian PENS, Weny Mistarika Rahmawati, S.Kom., M.Kom., M.Sc., berharap aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan dikembangkan untuk digunakan oleh Posyandu serta masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. “Dengan adanya aplikasi ini, proses pemantauan tumbuh kembang balita diharapkan menjadi lebih mudah dan terarah, sekaligus dapat memberikan early warning apabila ditemukan kondisi balita yang memerlukan perhatian khusus. Dengan demikian, aplikasi ini diharapkan dapat turut mendukung upaya mengurangi angka stunting di Indonesia,” ungkapnya. Pengembangan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang tidak berhenti pada aspek penelitian, tetapi dapat digunakan secara langsung untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. (hum)

Post Terbaru

wpChatIcon
wpChatIcon