Surabaya, pens.ac.id – Guna mengembangkan soft skill dan membangun portofolio sejak awal perkuliahan, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Game (GT) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sukses menyelenggarakan Game Jam Internal Season 14 pada Jumat hingga Minggu (11-13/9), di Lt. 8 Gedung Smart Automation Workshop (SAW) PENS. Peserta yang didominasi oleh mahasiswa baru Program Studi Teknologi Game tersebut ditantang untuk menciptakan game dengan tema “Unexpected Pain” dan sub-tema “Twist” dalam waktu 48 jam. Untuk membekali kesiapan peserta, pihak penyelenggara menghadirkan Yusuf Al-Bani Muharram, alumni Teknologi Game angkatan 2021 dengan pengalaman magang di Apple Developer Academy, sebagai narasumber utama.
Dalam sesi pembekalan tersebut, Yusuf membagikan sejumlah kiat agar para peserta mampu menyelesaikan proyek mereka secara maksimal. Ia menekankan pentingnya membuat skala permainan atau scope yang realistis serta memahami kapasitas masing-masing anggota tim, baik sebagai programmer, designer, maupun artist. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa karya dari ajang semacam ini merupakan aset berharga untuk karier di masa depan. “Kumpulan portofolio game ditambah rekam jejak mengikuti workshop atau magang akan menjadi nilai jual utama di mata perusahaan,” ungkapnya. Menegaskan hal tersebut, Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Game, Zulhaydar Fairozal Akbar, S.ST., M.Sc., berharap ajang ini menjadi bekal krusial bagi mahasiswa sebelum terjun ke industri. “Perbanyak portofolio karena ini yang akan dilihat lebih banyak oleh industri atau studio. Namun, pastinya perkuliahan juga tidak boleh dilepas dan tetap harus mendapatkan nilai yang baik,” pesannya.
Usai pengumuman tema dan pembagian kelompok, para peserta langsung memulai pengerjaan game selama 48 jam yang diselingi dengan tahapan pitching atau presentasi progres. Kegiatan ini ditutup dengan sesi penganugerahan atau awarding untuk tiga kategori, yakni Best Implementation, Best Aesthetics, serta Best Mechanic. Salah satu pemenang kategori Best Implementation, Dzulfikar Al-Hafidzh Arsyil Majiid, mengaku sempat mengalami tantangan karena dirinya belum terlalu mahir di bidang pemrograman. “Karena memang belum terlalu menguasai pemrogramannya, jadi saya dan teman-teman mengerjakan sebisanya saja, dan waktu awarding tidak berekspektasi bakal menang. Harapannya yang penting game tersebut selesai, bisa dimainkan, dan minim bug,” ujarnya. Keberhasilan kegiatan tersebut menunjukkan komitmen program studi bersama tim asisten laboratorium Teknologi Game PENS dalam memperkuat kolaborasi dan kerjasama sekaligus mempersiapkan mahasiswanya untuk terjun ke dunia pengembangan game. “Semoga untuk season 15 besok persiapannya bisa jauh lebih matang, karena walau ini acara internal program studi, skala persiapannya sangat besar dan serius,” ucap Satria Kurniawan Kholiq selaku Ketua Panitia Game Jam Internal Season 14. (ent-san)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 