Surabaya, pens.ac.id – Berawal dari keresahan terhadap maraknya penyalahgunaan minyak goreng bekas, tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sukses menyabet Juara 3 Kategori Web Design pada kompetisi nasional CITECH 2026 yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Logicware and Open Source (UKM LAOS) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember. Tim 19JT LAHAN KOPDES, yang beranggotakan Djenar Virgiant Sayyid Nashrullah dari Program Studi Teknik Elektronika, Moch. Djauharil Ilmi dari Sains Data Terapan, serta Dio Rizqi dari Teknologi Rekayasa Internet, merancang platform interaktif berbasis QR Code traceability untuk menghubungkan masyarakat dengan perusahaan pengolah bioavtur dalam melacak dan mengumpulkan rantai pasok minyak jelantah secara transparan. Berkat inovasi tersebut, mereka berhasil menyabet prestasi pada babak Final dan Awarding yang dilaksanakan di Gedung Fasilkom UNEJ pada Minggu (23/8).
Mengusung tema “Technology for Smart Living and Sustainable Future“, ajang kompetisi tingkat nasional ini menantang para peserta untuk merancang website frontend yang interaktif sebagai solusi atas permasalahan nyata di masyarakat. Tim 19JT LAHAN KOPDES memilih subtema lingkungan atau environment dengan mengangkat studi kasus rantai pasok minyak jelantah untuk diolah menjadi bahan bakar bioavtur. Untuk mengoptimalkan kinerja tim, pembagian peran dilakukan berdasarkan keahlian masing-masing anggota. Virgi bertanggung jawab atas penyusunan proposal dan rancangan concept design, sedangkan Dio dan Aril berfokus pada eksekusi teknis pengembangan website-nya. “Alasan kami memilih studi kasus ini karena masalah tersebut ada di kehidupan sehari-hari. Lewat sistem interaktif berbasis QR Code, minyak yang disetorkan warga dapat dilacak jejaknya sehingga menghindari penyalahgunaan oleh oknum tak bertanggung jawab,” ungkap Virgi selaku perwakilan tim.
Dalam proses pengerjaannya, tim sempat menghadapi tantangan dalam merumuskan ide yang relevan, unik, serta memiliki dampak nyata. Guna mengatasi hal tersebut, mereka melakukan riset mendalam melalui kajian berita, media sosial, hingga jurnal ilmiah untuk menghitung estimasi pengurangan emisi karbon. Persiapan matang dan ketenangan saat presentasi pun menjadi kunci sukses mereka hingga berhasil menyabet Juara 3. Melalui pencapaian ini, Virgi juga memberikan pesan motivasi bagi sesama mahasiswa untuk tidak ragu dalam memulai dan melangkah. “Jangan takut untuk mencoba. Jika tidak bisa melampaui ketakutanmu, berjalanlah bersama ketakutan itu. Semua orang dulunya penakut dan tidak bisa apa-apa, jadi bangkitlah dan berjuanglah karena semua butuh proses,” pungkasnya. (Ent-azm)

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 