Surabaya, pens.ac.id – Sebagai bentuk Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pengalaman pengembangan diri awardee Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2023, 24 mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) usai melakukan diseminasi pada Selasa (13/2). Berlangsung secara daring melalui Zoom Video Conference, kegiatan ini mengundang 24 dosen pembimbing serta 24 dosen penguji dari berbagai program studi PENS. Bukan hanya sekadar penilaian, monev kali ini turut membuka kesempatan bagi para awardee untuk membagikan perspektifnya akan dunia pendidikan dan industri di luar negeri.

IISMA ialah salah satu Program Kampus Merdeka inisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berupa beasiswa yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia terpilih untuk belajar di universitas terbaik dunia. Menghabiskan waktu selama satu semester lamanya, tentu banyak hal menarik yang dapat dibagikan oleh para mahasiswa hebat tersebut. Mulai dari keunikan setiap host university, kegiatan akademik dan non akademik, metode pembelajaran, hingga kunjungan industri.

Menjadi tahap lanjutan setelah pengumpulan laporan akhir, monev IISMA ini mewajibkan setiap mahasiswa untuk menyiapkan power point berisi poin penting laporannya yang akan dipresentasikan dan dinilai lebih lanjut. Sesi presentasi berlangsung selama sepuluh menit dan disusul dengan sesi tanya jawab oleh setiap dosen penguji kepada setiap mahasiswa di keempat breakout room Zoom Video Conference yang tersedia. Antusias tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan terkait rasa penasaran dosen akan kehidupan kampus luar negeri yang memiliki banyak perbedaan dengan kampus tanah air. Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan bahwa tak sedikit dari mahasiswa PENS awardee IISMA 2023 yang diakui kepandaian dan keterampilannya, terbukti dari banyaknya tawaran magang maupun bekerja yang mereka terima dari perusahaan ternama.

Lebih dari presentasi semata, mahasiswa PENS terpilih yang berhasil membawa nama Indonesia di 12 universitas internasional diharapkan mampu memberikan kontribusinya untuk memperkenalkan budaya Indonesia di mata dunia serta mengajak mahasiswa Indonesia lainnya agar tertarik mengikuti program beasiswa IISMA. Seperti yang telah dilakukan oleh Bella Fransiska Napitupulu, mahasiswi Diploma III Teknik Elektro Industri tersebut telah melakukan sosial campaign, article writing, serta seminar untuk mengajak mahasiswa PENS merasakan dampak positif serta menjadi awardee IISMA generasi berikutnya. Bella mengaku bahwa IISMA bukan hanya kesempatan untuk memperdalam keilmuan, namun juga mengembangkan keterampilan diri, pemahaman budaya, dan memperluas relasi. “In conclution, my experience as an IISMA awardee at the National Taipei University of Technology has not only deepened my academic knowledge, but has also facilitated personal growth, cultural understanding, and the development of lifelong connection,” tutupnya. (ath/run)

wpChatIcon
EnglishIndonesian