Surabaya, pens.ac.id – Melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) mengenai laporan kemajuan Matching Fund Vokasi 2023. Dilaksanakan di Cafetaria Gedung Pascasarjana Lt. 5 PENS selama dua hari pada Kamis (30/11) dan Jumat (1/12), para dosen dan tim peneliti dari PENS memaparkan progres produk hasil penelitian sekaligus melaporkan dana padanan yang diberikan oleh industri yang berkolaborasi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dua reviewer dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi), satu reviewer dari Universitas Gadjah Mada, satu reviewer dari Universitas Airlangga, dan dua reviewer dari Politeknik Negeri Malang.

Matching Fund (MF) merupakan program untuk mengakselerasi riset dan inovasi di perguruan tinggi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berupa pendanaan untuk mendorong terjadinya kerja sama yang saling menguntungkan antara pihak perguruan tinggi dengan lembaga mitra. 13 tim peneliti dari PENS sukses mendapat pendanaan hingga mencapai 6,9 miliar rupiah. Sebagai pemantauan serta sesi evaluasi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh masing-masing tim peneliti, kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) rutin dilakukan dengan memaparkan hasil produk, persentase capaian aktivitas penelitian yang telah dilakukan, rancangan keuangan dan serapan anggaran hingga kendala apa saja yang terjadi selama proses penelitian berlangsung. Pada sesi diskusi, reviewer memberikan beberapa pertanyaan dan masukan untuk laporan yang telah dipresentasikan. Di akhir kegiatan, reviewer akan memberi masukan untuk perbaikan laporan kepada masing-masing tim.

Kegiatan berjalan dengan lancar, baik sesi presentasi maupun tanya jawab berlangsung secara interaktif. Tidak hanya itu, pada Monev 2023 kali ini juga diadakan pameran produk hasil penelitian dari PENS. Dengan adanya bantuan pendanaan ini, diharapkan bisa membuat produk inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat umum. “Harapannya dari kami semoga ke depannya Diksi bisa mengembangkan program-program untuk sarana kolaborasi antara perguruan tinggi dan pihak mitra. Semoga para peneliti dari PENS bisa terus menghasilkan karya-karya kolaborasi dengan industri yang kelak bisa menjadi aset kebanggaan bagi vokasi.” ungkap Muhammad Samudra selaku reviewer dari Diksi. (bey/run)

wpChatIcon
EnglishIndonesian