Surabaya, pens.ac.id – PENS International Cooperation Office (PICO) telah menghelat Sharing Session pada Sabtu (11/9). Mengangkat tajuk “Study Abroad” kegiatan ini bertujuan memberikan berbagai informasi tentang program kuliah di Amerika Serikat, Jerman, Italia, Norwegia, Skotlandia, Hungaria, dan Britania Raya. Terdapat lima speakers yang hadir pada kegiatan ini yakni Ambarizky Trinugraheni, B.A., Dr. -Ing Hestiasari Rante, S.T., M.Sc., Felix Pasila, S.T., M.Sc., Ph.D, Nicky Andre Prabatama, S.Tr.T., dan Rachael Ralph, MBio. Kegiatan ini sukses digelar secara virtual melalui Zoom Video Conference dan live stream melalui kanal YouTube PICO PENS.

Kegiatan diawali oleh pembacaan peraturan peserta dan rundown kegiatan oleh Master of Ceremony (MC)Turut hadir Head of PICO yakni Iwan Syarif, S.Kom., M.Kom., M.Sc., Ph.D. yang memberikan ucapan terima kasih kepada narasumber yang hadir dan bersedia memberikan wawasan untuk peserta. Pembicara pertama yakni Ambarizky selaku EducationUSA Adviser, memberikan materi “Study in US” yang membahas mengenai langkah-langkah kuliah, persebaran mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat, dan lembaga-lembaga yang memfasilitasi beasiswa. Ambarizky juga berpesan agar nantinya para mahasiswa yang ingin berkuliah di Amerika Serikat harus paham mengenai pilihan perguruan tinggi dan jurusan. “Belum tentu kampus ternama itu jurusan yang kita ambil juga bagus,” pesannya.

Materi kedua disampaikan oleh Kaprodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia PENS yakni Hestiasari yang mendapat gelar Doctor di University of Bremen, Jerman. Dalam materinya, Hestiasari menjelaskan sistem pendidikan di Jerman dan menceritakan tentang pengalamannya sekaligus tips untuk international student selama menempuh pendidikan. Pemateri lainnya yang turut hadir adalah Felix Pasila yang menerima gelar Ph.D di University of Bologna, Italia. Felix menyampaikan mengenai sistem pendidikan, penawaran beasiswa, bahkan culture yang ada di Italia.

Dilanjutkan oleh Nicky Andre yang membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di tiga negara yakni Norwegia, Skotlandia, dan Hungaria. Nicky menjelaskan apabila mengikuti program Smart System Integration+ (SSI+) oleh Erasmus, mahasiswa lainnya bisa berkesempatan untuk berkuliah diberbagai negara berbeda sama sepertinya. Rachael Ralph sebagai narasumber terakhir memaparkan mengenai perkuliahan di Britania Raya. Lulusan University of WarwitchInggris ini menjelaskan cara mengajukan beasiswa untuk international student. Sesi terakhir adalah pembacaan pertanyaan untuk semua pemateri dan dilanjutkan foto bersama. Adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat mahasiswa khususnya PENS untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. (jes/raf)