Surabaya, pens.ac.id – Tidak hanya berprestasi dalam bidang teknologi, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mampu meraih penghargaan melalui kompetisi bidang Bahasa Inggris. Salah satu mahasiswa dari Program Studi Sarjana Terapan (D4) Teknik Mekatronika, Nindy Puspita Dewi, berhasil memperoleh gelar 1st Runner Up kategori News Casting dalam ajang POLIJE English Competition (PEC) pada Minggu (8/8). Mengusung tema “Be Fabulous Under Limitation”, kompetisi ini dilaksanakan secara daring oleh Klub Bahasa Inggris Politeknik Negeri Jember (Polije) dan terbuka untuk mahasiswa se-Indonesia.

Public speaking merupakan kemampuan yang diperlukan dalam lingkungan sosial dan membangun karir yang sukses di kehidupan serta dibutuhkan dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Guna meningkatkan kemampuan tersebut terutama dalam bidang Bahasa Inggris, penyelenggara acara memilih empat bidang yang dilombakan yakni Speech, Story Telling, News Casting, dan Debate. Masing-masing kategori memiliki tiga babak yang harus dilewati oleh para peserta, seperti babak penyisihan, semifinal, dan final. Memasuki babak semifinal, mahasiswa PENS yang kerap disapa Nindy ini harus bersaing dengan sembilan peserta lain.

Akibat adanya situasi pandemi, seluruh rangkaian perlombaan tahun ini diselenggarakan melalui aplikasi Zoom Video Conference. Berbagai hal harus dipersiapkan oleh Nindy, dimulai dari menyiapkan green screen untuk persiapan tampil hingga latihan secara rutin. Dalam persiapannya, terdapat beberapa kendala yang dialami selama mengikuti ajang kompetisi. “Terdapat kesulitan yang saya alami, yakni sulit menyamakan jadwal latihan dengan teman karena kami juga sibuk kuliah. Kemudian ketika sehari sebelum lomba ada kendala kesehatan dan juga saat hari pelaksanaan lomba jaringan wifi saya sempat error,” ungkapnya.

Kendala tersebut tidak menyurutkan semangat dari mahasiswa Teknik Mekatronika tersebut dalam mengharumkan nama kampus PENS. Dengan adanya prestasi ini, diharapkan dapat memberikan motivasi mahasiswa PENS untuk mengikuti ajang kompetisi. “Jangan ragu untuk berkompetisi dan keluar dari zona nyaman. Kalah itu bukanlah akhir melainkan batu loncatan agar bisa terus berkembang,” tutur Nindy. (ten/raf)