Surabaya, pens.ac.id – Dalam rangka memperingati 33 tahun kiprah Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) pada lingkup pendidikan, usai dilangsungkan Studium Generale dengan mengusung tema “Sinergi Industri, Dunia Usaha, Dunia Kerja (IDUKA) – Politeknik untuk Akselerasi Inovasi” pada Rabu (2/6). Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. selaku Wakil Gubernur Jawa Timur dan Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng., PhD. yang merupakan Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI turut hadir menjadi narasumber. Kegiatan ini, diikuti pula oleh sivitas akademika PENS secara luring dan daring.

Prosesi senat PENS menjadi awal dibukanya rangkaian kegiatan serta dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne PENS. Terdapat pula sambutan oleh Aliridho Barakbah, S.Kom., Ph. D. pada pembuka kegiatan. Dalam sambutannya, direktur baru PENS ini mengungkapkan tantangan dalam dunia pendidikan diantaranya adalah perdagangan bebas, industri 4.0, dan Disruptive Technology. Program-program PENS dalam menyongsong berbagai tantangan tersebut bukan hanya terpikirkan secara nasional tetapi juga internasional, mengingat PENS sudah banyak dikenal di negara lain, salah satunya adalah Jepang.

Setelah pemaparan sambutan, dilangsungkan penyampaian orasi ilmiah oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. Awal orasinya, Wakil Gubernur tersebut menyampaikan harapan untuk PENS agar dapat menjadi pemantik modernisasi dan juga mewujudkan knowledge base ekonomi di Jawa Timur maupun di Indonesia. Mahasiswa juga dihimbau agar tidak berharap dengan lulus siap kerja sebagai jaminan seumur hidup, karena akan banyak dinamika perubahan yang terjadi. Orasi ilmiah kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng., PhD. yang merupakan Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI. Prof. Nurul mengungkapkan mengenai kekayaan intelektual Indonesia yang dapat ditingkatkan dengan mengukuhkan hasil penelitian secara paten. Paten ini digunakan untuk melindungi secara formal dan secara teknis dalam industri karena menurutnya membawa hasil penelitian dan pengembangan ke industri merupakan suatu hal yang cukup sulit.

Rangkaian kegiatan Studium Generale dalam rangka Dies Natalis PENS ke-33 diakhiri dengan pembacaan doa oleh Eko Supriyanto, A. Md. Dengan adanya Studium Generale ini diharapkan dari sivitas akademika PENS dan mahasiswa dapat menghasilkan inovasi sebagai bentuk kontribusi untuk membangun Indonesia. PENS juga harusnya mampu mengoptimalkan untuk mendorong akselerasi dan inovasi dalam bersaing dengan industri-industri lain melalui industri digital di Jawa Timur dengan menerapkan adanya kampus merdeka melalui dosen sebagai mentor dalam meningkatkan skill mahasiswa, serta pengoptimalan kegiatan kewirausahaan untuk meningkatkan kompetensi. (tan/kik)