Surabaya, pens.ac.id – International Youth Leader (IYL) Batch 27 Chapter Turkey telah usai digelar. Tsabitha Aida Desata, Mahasiswi Teknik Elektro Industri Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam ajang internasional ini. Tsabitha juga mendapatkan predikat Best Delegate dalam kegiatan yang dilaksanakan selama delapan hari (16-23/4) di Turki dan mendapatkan Golden Ticket IYL Chapter Anniversary di Kuala Lumpur Malaysia pada Agustus mendatang.

Untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang ini memerlukan persiapan yang cukup panjang, mulai dari proses seleksi pemberkasan dengan mengumpulkan Curriculum Vitae (CV), menulis esai, paspor, hingga sertifikat bahasa. Selain berkas, terdapat pula tahap wawancara untuk memilih 15 delegasi dari seluruh Indonesia yang kemudian diberangkatkan menuju Turki. Dalam delapan hari tersebut, Tsabitha dan perwakilan Indonesia lainnya menggarap beberapa project seperti research market, International relation, hingga industry visit. Tidak hanya itu, terdapat kegiatan mengkhatamkan Al-Qur’an di Hagia Sophia yang merupakan salah satu kriteria penilaian menjadi Best Delegate.

Hambatan dalam proses pemberkasan sebelum berangkat ke Turki tidak menghalangi Tsabitha untuk mendapatkan predikat Best Delegate dalam ajang ini. Kebijakan-kebijakan baru penerbangan internasional selama pandemi yang sangat ketat hingga karantina selama lima hari dihadapi Tsabitha dengan fokus dalam menghadapi tantangan tersebut. “Fokus merupakan kunci penting, kita harus menghadirkan seratus persen dari diri kita mulai dari raga, pikiran, hingga jiwa harus tertuang dalam segala kegiatan,” ungkap Tsabitha.

Kesadaran atas kondisi Indonesia yang membutuhkan pemimpin yang adaptif dan inovatif merupakan motivasi terbesar Tsabitha dalam mengikuti IYL Batch 27 Chapter Turkey. Tsabitha merasa dapat belajar banyak hal melalui kegiatan positif ini serta dapat mengembangkan diri. “Dengan mengikuti event seperti IYL ini, saya bisa mendapatkan relasi dan bertukar pikiran dengan teman-teman yang memiliki visi yang sama yakni membangun Indonesia,” ujar Tsabitha. Mahasiswi yang akrab disapa Bitha ini berpesan untuk tidak boleh ragu terhadap diri sendiri, manfaatkan berbagai kesempatan yang ada, serta harus fokus terhadap pengembangan diri masing-masing. (irf/msa)